-->

Berburu Cuan dari Investasi Tanah Kavling, Ini Plus Minusnya

Ilustrasi-investasi-tanah-kavling
ilustrasi investasi tanah kavling



Hanyatauaja - Memilih tanah kavling untuk investasi kira-kira idealnya bakal lebih menguntungkan atau tidak, jika dibandingkan dengan jenis investasi lain? Untuk mengetahui hal tersebut, kita perlu melihat apa saja kelebihan dan kekurangan investasi kavling ini. Sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Makin kedepan, akan semakin banyak orang yang mulai berlomba-lomba mencari pilihan dalam berinvestasi. Termasuk salah satunya adalah investasi tanah kavling.

Buat yang belum tahu, arti kavling sendiri menurut kamus bahasa Indonesia adalah bagian tanah yang sudah dipetak-petak dengan ukuran tertentu yang akan dijadikan bangunan atau tempat tinggal.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, kalau investasi tanah termasuk salah satu jenis investasi dengan risiko sangat kecil. Dibanding tanah biasa, berinvestasi tanah kavling justru lebih menguntungkan, sebab lokasinya yang berada di kawasan perumahan.

Jadi, tentu tingkat daya jualnya bakal lebih tinggi dibanding tanah biasa yang berada di luar perumahan. Disisi lain, harga beli tanah kavling cenderung lebih mahal daripada harga beli tanah biasa. Hal ini menjadi salah satu kekurangan ketika berinvestasi.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai kelebihan dan kekurangan tanah kavling untuk investasi, berikut ada beberapa poin plus dan minus dari jenis investasi ini.


Poin Plus Memilih Tanah Kavling untuk Investasi

Tak berbeda dari jenis investasi yang lain, berinvestasi tanah kavling juga sama-sama memiliki keuntungan dan kekurangan. Simak keempat poin berikut ini.


1. Capital Gain / Keuntungan Modal

Kalau kita berinvestasi tanah kavling, sudah pasti kita akan mendapat keuntungan dari situ. Sebab, tanah termasuk properti uang selalu mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan per tahun.

Presentase kenaikan harngan tersebut mencapai 20%-25% per tahun. Makanya, wajar bila investasi tanah kavling ini jadi pilihan banyak investor.

Memang hasil dari investasi ini takkan tampak dalam waktu dekat. Setelah 5 tahun/lebih waktu berlalu,  harganya bisa 2 kali lipat atau lebih.  Keuntungan ini bisa dituai pada masa mendatang. Bagi pemula yang baru mulai investasi, tanah kavling bisa jadi pilihan yang tepat.


2. Biaya Perawatan Lebih Sedikit

Dilihat dari sisi biaya, tanah kosong tentu saja hanya akan membutuhkan sedikit biaya perawatan. Kita hanya perlu meninjau sesekali saja.

Berbeda kalau tanah yang sudah ada bangunan diatasnya, pasti akan memerlukan biaya untuk perawatan rutin.


3. Terjaga dan Tidak Mudah Rusak

Selain tak perlu keluar banyak biaya perawatan, tanah kavling juga cenderung tetap terjaga dari bahaya kerusakan. Biasanya tanah kavling bertempatkan di kawasa  perumahan dengan lingkungan yang lebih terjaga. Sehingga minim terjadi kerusakan.

Berbeda lagi, kalau tanah biasa seperti lahan perkebunan/pertanian yang biasanya berada di luar kawasan perumahan. Itu akan lebih butuh banyak oerhatia  dan perawatan lebih agar tetap terjaga dengan baik.


4. Added Value / Nilai Tambah

Nilai tambah yang dimaksud, akan didapatka  ketika  tanah kavling dikembangkan atau dimanfaatkan untuk hal lain, termasuk bisnis. Sebagi contoh, apabila laha  yang dimiliki cukup strategis bisa dijadikan ruko.

Kita juga bisa memanfaatkan tanah kavling sebagai sarana berbisnis. Sambik menunggu beberapa tahun dimana per tahunnya selalu mengalami kenaikan harga, kita bisa memanfaatkan lahan untuk disewakan, kebun sayur, taman, lahan parkir dan sebagainya.


Poin Minus dalam Investasi Tanah Kavling

Tidak hanya poin plusnya saja, ketika berinvestasi kita juga harus melihat sisi minusnya agar dapat menghadapi kemungkinan risiko yang akan muncul. Simak beberapa kekurangan investasi tanah kavling dibawah ini.


1. Bukan Sumber Pemasukan Tetap

Kalau mengharapkan pemasukan tetap setiap bulannya, jangan berharap banyak dari tanah kavling. Seperti yang telah disinggung di awal, hasil keuntungan tanah kavling tidak bisa dirasakan dalam waktu dekat.

Investasi tanah kavling termasuk investasi properti, tapi berbeda dengan investasi properti lain (seperti rumah dan ruko). Properti lain bisa menghasilkan pemasukan tetap per bulan dan bisa disewakan.

Tanah kavling pun sebenarnya juga bisa disewakan misalnya untuk lahan parkir. Namun, sistem sewa lahan kosong ini biasanya lebih bersifat musiman saja.

Selain itu, kalau sewaktu-waktu kita perlu dana darurat, jangan terlalu mengandalkan penjualan tanah kavling. Sebab, meski tanah yang dimiliko berada di lokasi strategis, cukup sulit menjual lahan kosong atau tanah dengan cepat.


2. Risiko Penyerobotan Lahan

Penyerobotan lahan biasanya terjadi karena tanah kavling letaknya terlalu jauh dari jangkauan kita, kurang dijaga, atau jarang dikunjungi. Pihak lain bisa saja menyalahkan gunakan dengan penggunaan lahan kita untuk keuntungan probadi mereka.

Sebagai contoh, mereka mendirikan bangunan tidak tetap atau menjadikan sebagai lahan parkir tanpa izin. Selama tanah kavling tersebut memang sengaja dibiarkan, sebenarnya tidak begitu berdampak pada kerugian finansia.

Namun, bila yang terjadi adalah penyerobotan lahan dalam bentuk pengurangan luas tanah, tentu dari kita sendiri akan mengalami rugi secara finansial. Untuk menghindari penyerobotan tanah, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mendirikan pagar sebagai pembatas tanah.


3. Minimnya Fasilitas Kredit untuk Membeli Tanah

Ada fasilitas kredit untuk membeli tanah yang kerap disebut Kredit Pemilikan Tanah (KPT) atau Kredit Kepemilikan Lahan. Fasilitas kredit ini berguna untuk memudahkan kita dalam mendapatkan lahan. Sayangnya, tidak banyak perbankan  yang menawarkan fasilitas kredit untuk membeli tanah.


4. Soal Legalitas Dokumen

Status legalitas hukum atas tanah kadang sulit ditelusuri. Oleh karena itu, kita harus teliti dan melakukan usaha ekstra untuk mencari tahu apakah tanah yang akan dibeli sudah memiliki status kepemilikan yang kuat atau justru sebaliknya.

Nah itu dia beberapa kelebihan dan kekurangan ketika kita memilih tanah kavling untuk investasi. Keputusan untuk berinvestasi tanah kavling ada ditangan kita sendiri. Yang pasti, kita harus sabar menunggu selama beberapa tahun saat investasi tanah kavling.

0 Response to "Berburu Cuan dari Investasi Tanah Kavling, Ini Plus Minusnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel