-->

7 Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan dari Kebiasaan Baik

Pencemaran lingkungan dapat diartikan sebagai perubahan tatanan lingkungan menjadi tercemar (akibat kontaminan) sehingga berdampak buruk bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Keberadaan lingkungan yang tercemar ini sering kita jumpai. Bahkan sadar atau tidak sadar, mungkin kita sendiri pernah turut serta dalam mencemari lingkungan.

Padahal, kegiatan tersebut dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, makhluk lain, alam, dan kelangsungan hidup di masa depan. Adapun jenis pencemaran secara umum diantaranya yaitu pencemaran tanah, air, dan udara.

Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan dari Diri Sendiri


pencemaran-lingkungan


Sebagaimana yang telah diketahui, pihak yang mencemari lingkungan bukan satu/dua individu dan bukan hanya satu/dua kelompok. Artinya, banyak sekali individu/kelompok yang melakukan kerusakan lingkungan. Masalah pencemaran lingkungan dapat diatasi dengan melibatkan keseriusan dari seluruh elemen termasuk pemerintah, swasta, akademisi, organisasi, dsb. Paling tidak, kita dapat memulai langkah dari diri sendiri.

Beberapa kebiasaan baik yang kita lakukan akan berdampak positif dalam mengatasi pencemaran pada lingkungan. Inilah 7 kebiasaan baik yang dapat mengatasi pencemaran lingkungan, dimulai dari diri sendiri.

1. Membuang Sampah Sesuai Tempatnya


Kita dapat menerapkan kepedulian tehadap sampah seperti orang-orang Jepang. Kalau di Indonesia, paling tidak buanglah sampah di tong sampah. Jangan sampai buang sampah sembarangan, apalagi di sungai. Tumpukan sampah di sungai dari ulah manusia tentu saja akan mencemari air sungai menjadi berwarna keruh, bau, dan kotor.

Dampak buruknya tidak hanya pada air sungai saja, tetapi juga pada kelangsungan hidup ikan-ikan, tumbuhan, dan mengganggu orang-orang disekitar sungai maupun orang-orang yang melaluinya. Selain mencemari air, bau sampah yang menyengat juga dapat mencemari udara.

2. Berhenti Merokok atau Merokok di Area Smooking


Meskipun hampir setiap perokok tahu dampak buruk rokok terhadap kesehatan, kebanyakan dari mereka tidak bisa lepas dari kebiasaan merokok. Terlepas dari bahaya kesehatan yang mengancam, asap rokok dapat mencemari udara dan mengganggu orang-orang di sekitar. Semestinya, berhenti menjadi perokok itu lebih baik.

Kalau tidak bisa, paling tidak kita bisa merokok di smooking area atau di tempat-tempat sepi. Menilik negara lain seperti singapura dan brunei, aturan tentang rokok justru sangat ketat. Beruntunglah, Indonesia masih sangat longgar. Meskipun begitu, tetap saja harus tahu diri dan tahu tempat ketika ingin merokok.

3. Bersepeda atau Jalan Kaki


Biasanya kawasan kota menjadi tempat yang lebih tercemar daripada pedesaan. Salah satu alasanya adalah karena peduduk kota lebih padat dan lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi. Maka, tak heran jika kemacetan sering terjadi di kota.

Pencemaran udara di kota salah satunya berasal dari asap-asap kendaraan. Cara mengatasi masalah ini yaitu dengan bersepeda atau jalan kaki saja ketika bepergian jarak dekat-menengah. Sementara untuk jarak jauh, kita dapat menggunakan transportasi umum.

4. Menanam Tumbuhan


Tumbuh-tumbuhan termasuk pohon, bunga, maupun rumput dapat membantu mengatasi pencemaran lingkungan. Hobi tanam-menanam ini akan berdampak positif bagi lingkungan. Selain itu, kita juga dapat merasakan suasana yang lebih nyaman dengan adanya tumbuhan-tumbuhan di sekitar kita.

5. Mengurangi Penggunaan Plastik


Bahan plastik menjadi suatu hal yang umum dikonsumsi. Kebanyakan orang tidak bisa melepaskan diri dari penggunaan plastik. Padahal, plastik sangat membahayakan alam dan kesehatan manusia.

Sebuah literatur mengatakan bahwa plastik dapat mencemari udara, air, dan juga tanah. Penggunaan plastik memang tidak bisa sepenuhnya dihentikan. Paling tidak, kita bisa memakai ulang, mengurangi penggunaan, ataupun mendaur ulang.

6. Tidak Membakar Sampah


Banyak hasil studi justru tidak menyarankan membakar sampah. Asap dari bakaran sampah dapat mencemari udara dan abu hasil pembakaran dapat mencemari tanah. Lebih baik, sampah organik dijadikan pupuk kompos. 

Sementara sampah plastik dan kertas dapat didaur ulang pada tempat pembuangan akhir. Sampah lain seperti kaleng dapat digunakan kembali menjadi pot bunga, kain bekas bisa jadi keset, dsb.

7. Membersihkan Rumah


Nah, poin ini sangat penting. Ketika kita ingin menjadi bagian yang menjaga lingkungan, kita memang perlu memulai dari sendiri. Dari mana kita memulai? dari yang paling dekat yakni rumah.

Pastikan kebersihan di dalam rumah kita sudah terjaga. Jangan sampai, kita terlalu sibuk merawat lingkungan di luar namun melupakan lingkungan kita yang paling dekat (rumah).

Itulah tujuh kebiasaan baik yang dapat membantu mengatasi pencemaran lingkungan di sekitar kita. Cara mengatasi paling dini itu dimulai dari diri sendiri. Yuk, segera mulai langkah untuk menjadi bagian dari orang-orang yang sadar dan peduli terhadap lingkungan.

0 Response to "7 Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan dari Kebiasaan Baik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel