-->

Mengenal Perbedaan Bahasa Isyarat SIBI dan BISINDO

Komunikasi menjadi salah satu bagian yang tidak terlepas dari kehidupan antar-manusia. Ada tiga jenis komunikasi yaitu komunikasi lisan, tulisan, dan isyarat. Nah, bahasan kali ini akan lebih fokus pada komunikasi isyarat atau lebih dikenal dengan bahasa isyarat.

Komunikasi isyarat biasanya dipakai oleh teman tuli dan tunawicara karena gangguan pendengaran dan bicara. Meski begitu, komunikasi isyarat juga tetap bisa dipakai oleh umum. Di indonesia sendiri, terdapat dua bahasa isyarat yaitu SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan BISINDO (Bahasa Isyarat Bahasa Indonesia).

ils-bahasa-isyarat

Perbedaan SIBI dan BISINDO


Aturan komunikasi isyarat dalam standar internasional sebenarnya tidak ada. Bahkan, banyak negara yang memiliki versi komunikasi isyarat sendiri. Misalnya, ASL (American Sign Language) untuk Amerika, BSL (British Sign Language) untuk Inggris, dan versi Indonesia ada SIBI dan  BISINDO.

Perbedaan yang paling menonjol diantara SIBI dan BISINDO yaitu pada penggunaan tangan. Dimana SIBI menggunakan satu tangan saja, dan BISINDO menggunakan kedua tangan.

SIBI sendiri adalah hasil adopsi bahasa isyarat dari ASL (Amerika). Hal inilah yang membuat SIBI banyak ditolak karena dianggap tidak mencerminkan budaya tuli di Indonesia. Tingkat kesulitan dalam mempelajari SIBI pun lebih tinggi, padahal pelajaran SIBI sudah ada sejak berada di SLB (Sekolah Luar Biasa).

Sedangkan BISINDO dianggap lebih mencerminkan budaya tuli di Indonesia. Kemunculan BISINDO berawal dari interaksi alamiah teman tuli dan tunawicara dengan lingkungan sekitarnya sejak lahir. Seperti halnya bahasa daerah, BISINDO juga lebih beragam pada tiap daerah di Indonesia dengan keunikan tersendiri sesuai nilai-nilai dan interaksi yang ada.

Contoh SIBI Vs BISINDO


Contoh penerjemahan SIBI dalam kata "perjalanan", diartikan menjadi per-jalan-an (dengan tiga gerakan). Dan saat dihubungkan dalam kalimat "Sepeda dalam perjalanan ke rumah", kata "perjalanan" tetap menggunakan gerakan dua jari dengan isyarat tangan bersatu.

Sehingga banyak teman tuli dan tunawicara yang menangkap sepeda berjalan seperti orang berjalan, tidak dengan roda. Kalau isyarat BISINDO akan mengartikan berjalannya seperda dengan satu kata diikuti dengan ekspresi untuk memperlihatkan kejadian langsung.

Contoh kedua, "pengangguran". Dalam isyarat SIBI mengeja dengan peng-anggur-an (pakai tiga gerakan). Kata "anggur" disini diisyaratkan sebagaimana buah anggur. Sementara dalam isyarat BISINDO, kata "pengangguran" ditandai dengan menggenggam satu tangan lalu menutuknya 2 kali ke bagian bawah. Dimana hal itu diartikan tidak punya kegiatan atau tidak punya pekerjaan.

Kontradiksi Bahasa Isyarat


Diantara dua jenis isyarat tersebut, pemerintah lebih merekomendasikan SIBI dalam proses belajar di SLB. Namun, yang jadi masalah adalah teman tuli belum pernah mendengar bahasa Indonesia. Bagi mereka yang tidak tahu bahasa Indonesia, SIBI tidak mampu berjalan selaras dalam proses pembelajarannya.

Pada dunia akademis, khususnya SLB, isyarat SIBI pada kenyataannya tidak sesuai dengan pemahaman murid. Sementara, isyarat BISINDO tidak cukup dipercaya ketika digunakan sebagai bahasa pengantar yang efektif.

Demikian pembahasan tentang perbedaan komunikasi isyarat SIBI dengan BISINDO. Sebagai bahasa penunjang bagi anak tuli dan tunawicara, komunikasi isyarat pada hakikatnya menjadi hak bagi mereka. Sehingga fasilitas pembelajaran dan pemajuan linguistik bagi penyandang disabilitas, khususnya anak tuli dan tunawicara perlu didorong lebih lanjut.

Tanpa adanya bahasa isyarat yang memadai, penyandang disabilitas seperti anak tuli dan tunawicara tentu akan kesulitan mengembangkan diri dan pikiran. Komunikasi isyarat itu hak mereka, bahkan telah diatur dalam Konvensi Hak Penyandang Disabilitas PBB. Maka dari itu, Pemerintah dan masyarakat perlu berperan dalam hak tuli dalam komunikasi.

0 Response to "Mengenal Perbedaan Bahasa Isyarat SIBI dan BISINDO "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel