Iklan

Imam Besar FPI Batal Pulang, GNFP-Ulama Merasa Dizalimi?


Imam Besar FPI Batal Pulang ke Tanah Air, GNPF-Ulama Bilang Merasa Dizalimi?
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. (news.detik.com)
Sudah lebih dua tahun Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab tinggal di Mekkah (Arab Saudi). Umrah yang dilakukan pada 26 April 2017 diduga kuat hanya dijadikan sebagai dalih untuk menghindar dari dua kasus hukum yang menjeratnya, yakni chat mesum berkonten mesum dan penodaan Pancasila.

Memang sempat terbetik kabar, Ketum Gerindra bakal menjemput Rizieq jika terpilih sebagai presiden. Namun, faktanya mantan Danjen Kopassus itu gagal menjadi orang nomor 1 di negeri ini setelah langkah hukum terakhirnya mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

Alhasil, harapan Rizieq untuk bisa segera pulang ke tanah air pun masih penuh teka-teki dan menyisakan tanda tanya besar meskipun aparat kepolisian telah mengeluarkan SP3 atas dua kasus hukum yang menjeratnya.

Reaksi GNPF-Ulama

Terkait hal tersebut, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak, menyatakan saat ini bukan waktunya membicarakan kepulangan Rizieq Shihab dari Mekkah, Arab Saudi.

Yusuf Muhammad Martak. (news.detik.com)
"Belum perlu dibicarakan saat ini di saat umat masih merasa dizalimi hak-haknya," kata Yusuf Martak, Minggu (30/6/2019).

Soal janji Prabowo untuk memulangkan Rizieq, Yusuf Martak juga enggan membicarakannya. Ia mengaku belum ada pembicaraan dengan Prabowo perihal kepulangan Rizieq seperti yang disepakati saat Ijtima Ulama II.

Yusuf Muhammad Martak dan Prabowo Subianto. (tribunnews.com)
"Belum ada pembahasan tentang hal tersebut. Kalau sudah saatnya akan saya update," kata Yusuf Martak seperti dikutip wartaekonomi.co.id (1 Juli 2019).

Pukulan Berat

Kekalahan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 tampaknya menjadi pukulan yang cukup telak bagi para pengikut Habib Rizieq, baik yang ada di ormas FPI, GNPF-Ulama, Persaudaraan Alumni (PA) 212, maupun Forum Umat Islam (FUI).

Pasalnya, para pengikut Habib Rizieq diduga kuat telah berikhtiar maksimal untuk memenangkan paslon 02 sampai-sampai harus menggelar Ijtima Ulama hingga berjilid-jilid.

Habib Rizieq sendiri dikabarkan terus melakukan perlawanan dari Arab Saudi dengan menyerukan para pengikutnya agar menenggelamkan Jokowi dan partai pengusungnya yang disebut-sebut sebagai partai penista agama.

Bahkan, aksi kepung Bawaslu pada 21-22 Mei 2019 agar mendiskualifikasi Jokowi disebut-sebut juga merupakan seruan dan instruksi dari Rizieq.

Bahkan, ketika Prabowo telah melarang para pendukungnya agar tidak berbondong-bondong melakukan aksi demo di sidang putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019, Rizieq kabarnya juga menginstruksikan para pengikutnya untuk menggelar aksi turun ke jalan bertajuk "Halal Bihalal Akbar 212".

Namun, upaya masif yang diduga kuat telah dilakukan secara maksimal oleh Habib Rizieq tampaknya telah gagal total. Kalau sudah begini, entah sampai kapan Imam Besar FPI itu harus terus-terusan tinggal di negeri orang.

0 Response to "Imam Besar FPI Batal Pulang, GNFP-Ulama Merasa Dizalimi?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel