Iklan

02 Dianggap Gagal Buktikan Pemilu Curang, Ini yang Dikatakan Sandi


Paslon 02 Dinilai Gagal Buktikan Pemilu Curang, Tak Disangka Sandi Malah Bilang Begini?
Paslon 02 Prabowo-Sandi. (kompas.com)
Banyak pengamat dan pakar hukum tata negara menilai alat bukti paslon 02 dalam sidang gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) sangat lemah sehingga berpotensi untuk ditolak Majelis Hakim MK.

Tim Hukum BPN. (sindonews.com)
Paslon 02 melalui tim kuasa hukum yang dikomandani Bambang Widjojanto (BW) dinilai gagal membuktikan dalil gugatan kecurangan Pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di sidang MK.

Kebenaran Pasti Akan Menang?

Terkait penilaian para pengamat dan pakar hukum tata negara tersebut, Cawapres 02 Sandiaga Uno mengajak para pendukungnya untuk berdoa menjelang putusan MK yang rencananya bakal digelar pada Kamis (27 Juni 2019).

Bahkan, eks Wagub DKI itu juga mengajak para pendukungnya untuk selalu bersikap optimistis. 

Sandiaga Uno. (tempo.co)
"Kita terus berdoa dan terus optimis bahwa pada akhirnya kebenaran pasti akan menang. Insya Allah," cuit Sandi melalui akun Twitternya @sandiuno (Minggu, 23 Juni 2019).

Menurut Sandi, apa yang diperjuangkan selama ini tidak akan sia-sia untuk pendewasaan demokrasi di masa mendatang. 

"Tak henti-hentinya saya juga ucapkan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh pendukung dan relawan yang pastinya menyaksikan dan menunggu hasil putusan dengan harap-harap cemas," kata Sandi seperti dikutip sindonews.com (24 Juni 2019).

Bikin Panik?

Tentu kita sangat mengapresiasi sikap Sandi yang mengajak para pendukungnya untuk terus berdoa dan selalu optimis terkait gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan Paslon 02 ke MK. Sebagai seorang cawapres, Sandi perlu terus memberikan dukungan dan semangat kepada para pendukungnya agar tetap optimis dalam situasi apa pun.

Pernyataan Sandi bahwa "kebenaran pasti akan menang" juga tidak salah. Yang menjadi persoalan, adagium semacam itu dinilai cenderung bersifat normatif dan multitafsir.

Baik pihak 01 maupun 02 tentu berhak untuk mengklaim bahwa apa yang mereka perjuangkan di MK benar-benar berbasis kebenaran, keadilan, dan kejujuran.

Dalam konteks demikian, tentu 9 hakim MK yang berhak dan berwenang untuk menilai jawaban, bukti, saksi fakta, dan saksi ahli yang disodorkan para pihak (pemohon, termohon, pihak terkait, dan Bawaslu) selama sidang berlangsung sebelum mengambil keputusan.

Oleh karena itu, kalau pada 27 Juni 2019 nanti ternyata putusan Majelis Hakim MK tidak selaras dengan harapan BPN, tentu jangan gampang menuding MK telah berlaku curang, tidak netral, dan tidak profesional.

0 Response to "02 Dianggap Gagal Buktikan Pemilu Curang, Ini yang Dikatakan Sandi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel