Iklan

Ahok Keluar, Dhani Masuk, Drama Politik 2019 Makin Menjadi

Hanyatauaja.com - Pilpres 2019 yang dibarengi dengan pileg tentunya membuat tensi politik menjadi lebih panas dibanding sebelum-sebelumnya.

Pilpres 2019 kali ini juga masih mempertemukan dua seteru Jokowi dengan partai pengusungnya PDIP dan Prabowo dengan partai Gerindra.

Banyak survei tentang hasil pilpres yang bermunculan dan seakan menjadi gambaran ketatnya selisih suara di antara kedua calon.

Persaingan juga diwaranai dengan drama politik 2019 yang makin menjadi-jadi, saling senggol sana-sini.

Drama politik 2019 diwarnai dengan berbagai kisah menarik yang layak untuk dicermati.

Mulai dari pembebasaan Ba'asyir, Debat pertama pilpres, sampai keluarnya Ahok dan masuknya Ahmad Dhani ke penjara setelah mendapat vonis 1,5 tahun.

Ahmad Dhani sendiri terjerat kasus ujaran kebencian, mirip dengan Ahok. Bedanya, Ahok 2 tahun di penjara, Dhani hanya 1,5 tahun.

Dhani menuding ada pihak yang main dibelakang, sehingga ia harus masuk jeruji besi. Pihak itu dinamai Dhani sebagai "Kelompok Abstrak".

Bukan hanya itu, Dhani yang terkenal sebagai musisi sekaligus politisi nyentrik ini juga mengacungkan salam dua jari milik Prabowo-Sandi sebelum masuk tahanan.

Dengan vonis 1,5 tahun ini, tentu kesempatan Ahmad Dhani untuk nyalon presiden hilang sudah.

Mari berpindah ke kubu sebelah. Ya, Basuki Tjahaja Purnama yang keluar dari lapas usai menempuh masa tahanan 2 tahun nampak begitu segar, bak Robin Hood yang baru keluar dari penjara usai menyelamatkan banyak rakyatnya yang kelaparan.

Bagaimana tidak? Saat berada di lapas saja film biografinya yang digarap dengan apik berhasil sukses di pasar.

Setelah keluar lapas, Ahok menuturkan ingin fokus ngeyoutube, saingi Atta dan Ricis mungkin.

Drama politik 2019 juga diwarnai dengan aksi membelot beberapa partai. Banyak partai yang pindah haluan, mirip anak kecil tertarik dengan permen yang lebih besar.

Tentu, sebagai masyarakat, kita harus tetap memantau drama politik ini dengan sikap kritis dan tidak mudah termakan isu perpecahan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel