Iklan

Pembangunan Shelter Tsunami yang Dikorupsi Perparah Jumlah Korban Tsunami Banten


Hanyatauaja.com - Shelter atau TES (Tempat Evakuasi Sementara) merupakan tempat untuk menampung jiwa masyarakat saat terjadinya tsunami. TES bukan merupakan tempat pengungsian. Adanya TES atau Shelter ini diharapkan dapat mengurangi korban jiwa saat terjadinya tsunami.

Pembangunan TES atau Shelter di Indonesia merupakan hal yang sifatnya baru. Salah satu pembangunan Shelter yang dicanangkan pemerintah adalah Shelter di daerah Pandeglang, Banten.

Sayangnya, pembangunan Shelter ini mangkrak akibat dananya yang Dikorupsi.

Hakim Pengadilan Tipikor Serang menjatuhkan vonis 1,3 tahun penjara dan denda Rp50 juta rupiah kepada Takwin. Selain Takwin, hakim juga menghukum dua terdakwa lainnya yakni Manajer PT TS Wiyarso Joko Pranolo dan PPK Kementerian Pekerjaan Umum Ahmad Gunawan dengan vonis yang sama.

Pemerintah menganggarkan Rp18 miliar dari APBN 2014 untuk pembangunan shelter tsunami di Labuan, Pandeglang, Banten. Dana tersebut dikelola oleh satuan kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan dimenangkan oleh PT Tidar Sejahtera.

Namun hasil pekerjaan proyek tersebut ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi dan karenanya tidak bisa digunakan sebagai bangunan penyelamat dari gempa dan tsunami sehingga dinyatakan gagal konstruksi. Kerugian negara dari proyek ini mencapai Rp16 miliar lebih.


Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mencatat dua shelter di Banten, yakni di Labuhan (yang dikorupsi) dan Wanasalam, Lebak. Menurut BPBD, seharusnya terdapat minimal lima shelter, yakni di Bayah, Kabupaten Lebak; Anyer, Kabupaten Serang; dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel