-->

Bisakah Kita Ini Melakukan Perjalanan Antar Bintang

Hanyatauaja.com - Penjelajahan antar bintang mungkin merupakan hal yang menyenangkan bila kita mengimajinasikannya. Hal tersebut juga merupakan salah satu visi besar umat manusia ke depannya. Meskipun terdengar menyenangkan, hal tersebut tidak semudah dengan mengatakannya. Bisakah kita melakukannya suatu hari nanti?

BAGAIMANA KITA MELAKUKANNYA?


Jika kita membicarakan penjelajahan antarbintang, tentu yang harus kita pikirkan adalah dengan transportasi yang bagaimana kita akan menggunakannya. Tau gak kalau untuk melakukan penjelajahan antar bintang diperlukan pesawat luar angkasa yang memiliki bahan bakar sangat sangat banyak dan stabil.

Penjelajahan antarbintang memiliki jarak yang gak nanggung nanggung loh gan... jarak bintang terdekat dengan matahari aja 4.2 tahun cahaya. Yang mana jika kita bergerak dengan kecepatan cahaya (300.000 km/s) saja membutuhkan waktu 4.2 tahun !!!!! Bayangkan, kecepatannya aja udah hampir mustahil untuk kita capai dan waktunya pula juga menghalangi kita untuk melakukannya dengan efisien dan cepat.


Melaju dengan kecepatan cahaya membutuhkan energi yang dapat dikatakan tak terbatas. Udah butuh energi banyak, waktu yang terbuang juga banyak, dan banyak faktor lainnya yang menghadapi kita di luar sana. Apakah kita akan bisa membuat pesawat seperti tang kita inginkan suatu hari nanti?

Entah alam semesta ini yang terlalu luas atau kita yang terlalu kecil atau malah keduanya. Hal tersebut juga mengindikasikan jika perjalanan antarbintang hampir dirasa mustahil untuk pesawat yang menampung makhluk hidup seperti kita. Tetapi tidak dengan pesawat nirawak.


Pesawat nirawak NASA, Voyager 1 dan Voyager 2 sekarang mempunyai misi menjelajahi bintang - bintang. Meskipun Voyager 1 telah memasuki ruang antarbintang, perjalannya masih setengah. Kita tidak tau bahaya apa yang akan menimpanya di ruang antarbintang tersebut. Pesawat kecil yang membawa salam hangat dari planet biru tersebut diharapkan akan mencapai salah satu bintang tetangga matahari suatu hari nanti.


Melihat perbandingan di atas, jelas belum ada pesawat yang mampu bergerak mendekati kecepatan cahaya saat ini. Jika kalian pernah melihat film Star Wars, kalian akan disuguhkan dengan begitu mudahnya pesawat Millenium Falcon bergerak dari bintang satu ke bintang lain dengan kecepatan melebihi cahaya.


Jika kita memikirkan bagaimana pesawat tersebut bisa stabil dan darimana energinya berasal juga mengapa Han Solo dan Chewie tidak terkena efek kalau bergerak dengan kecepatan cahaya membuat kita pusing sendiri.

ADAKAH CARA ALTERNATIFNYA?


Apa kalian tau apa maksud gambar di atas itu? Itu adalah salah satu konsep dari sebuah worm hole atau lubang cacing di film Interstellar yang mengagumkan. Ya, lubang cacing.

Lubang cacing merupakan teori yang sering diajukan untuk melakukan penjelajahan antarbintang. Lubang cacing bukanlah sebuah peristiwa alam alami, tetapi merupakan suatu hal yang harus kita buat. Bagaimana konsep lubang cacing bekerja?


Singkatnya begini, andaikan agan menggambar satu titik pada ujung kertas dan ujung satunya lagi. Nah, ibaratkan titik tersebut adalah Bumi dan suatu bintang lain. Jika kita ingin pergi ke bintang tersebut, pastilah kita akan lurus saja untuk sampai ke sana. Tetapi, konsep worm hole akan menyingkat hal itu.

Lubangilah bagian tengah kertas antara titik satu dengan titik lain. Lalu, lipatlah dan lekuklah kertas tersebut. Saat kita akan menuju ke titik seberang, kita tidak perlu berjalan lurus terus, tetapi kita hanya perlu masuk ke dalam lubang di tengah tersebut dan akan lebih cepat sampai ke titik seberang.

Hal tersebut diibaratkan sebagai suatu worm hole dikehidupan nyata. Tetapi, bagaimana kita menciptakan hal semacam itu dan melipat ruang dan waktu layaknya kertas masih menjadi permasalahan yang rumit.

Namun lubang cacing tidaklah stabil sehingga akan runtuh dalam sekejap setelah dibuat. Dibutuhkan materi ekstotis (materi yang berperilaku aneh dan dapat melanggar hukum fisika.) atau energi negatif yang dapat mencegah keruntuhan lubang cacing. Namun, kedua hal itu merupakan hipotesis belaka, sehingga pembuatan lubang cacing masih berupa teknologi science fiction saat ini.


Jadi, akankah kita melakukannya suatu hari nanti? Kita tidak akan tau. Masa depan sangat tidak terbatas. Bisa tidaknya kita melakukannya bergantung kepada pemikiran dan kerja keras kita. Mungkin dibutuhkan berapa milenium lagi sampai hal - hal di atas bisa ditangani.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel