Breaking

Sunday, 5 August 2018

Kisah Lurah Perempuan Pura-pura Mati Saat Dibuang ke Sungai

Kisah Lurah Perempuan Pura-pura Mati Saat Dibuang ke Sungai Terima kasih sudah mengunjungi Hanyatauaja.com, pastikan Anda membaca postingan ini sampai selesai.. jangan lupa mampir juga ke lapak kita ya lapak.hanyatauaja.com


Hanyatauaja.com - Wilujeng Esti Utami, Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, menjadi korban percobaan pembunuhan, Nyawanya pun berhasil selamat lantaran ia punya keahlian berenang meski dalam kondisi tangan dan kaki terikat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Prans Barung Mengera membenarkan adanya kejadian itu kala ditemuk wartawan pada Jumat 3/8/2018

"Ya korban berhasil menyelamatkan diri meski dirinya dibuat di sungai oleh pelaku dalam kondisi kaki dan tangannya terikat. Ia berhasil selamat lantaran jago berenang, dan kala dibuang, dirinya berpura-pura mati," jelasnya.

Kombes Frans Barung Mangera mengucapkan, bahwa para pelaku sudah tertangkap usai saat ini. "Korban mengungkapkan identitas pelaku yang berinisial AS saat dirawa di Puskesmas Kebondalem, Kecamatan Bangorejo,"

Keterangan yang didapatkan oleh korban membuat pihak kepolisian bisa dengan mudah menangkap pelaku. Pelaku yang ditangkap adalah AS, warga Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.

Lurah Esti mengaku dirinya mengenal AS melalui anggota LSM berinisial SN alias J. Informasi yang didapat, sebelum korban dibuang ke sungai, AS terlebih dahulu datang ke kantor kelurahan Penateban, Kecamatan Giri, tempat korban berkerja, pada hari Selasa 31/7/2018 pada pukul 12.00 WIB.

Pelaku datang dengan naik Mobil Merek Hyundai warna Perak. Dalam pertemuan itu, AS mengajak korban untuk bertemu dengan Gus Makki di Pondok Pesantren (Ponpes) Blok Agung, Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari.

Disebutkan bahwa Gus Makki butuh bantuan uang. Belakangan diketahui, Pelaku hanya mempergunakan nama Gus Makki agar Lurah Esti mau mengikutinya.

Wilujeng Esti Utami ( Foto @Suara.com )

Dari Kantor Kelurahan Penataban, korban naik mobil berdua dengan AS ke arah Selatan menuju Jalan raya Gumitir, Kecamatan Kalibaru untuk makan bakso. Perjalanan kembali dilanjutkan. Sesampainya di wilayah Kecamatan Tegaldlimo, korban mulai diancam.

Dari Kantor Kelurahan Penataban, korban naik mobil berdua dengan AS ke arah Selatan menuju Jalan raya Gumitir, Kecamatan Kalibaru untuk makan bakso.

Perjalanan kembali dilanjutkan. Sesampainya di wilayah Kecamatan Tegaldlimo, korban mulai diancam. Esti mengaku dirinya diancam dan diperlakukan tidak hormat dan diancam dengan palu. Pelaku memaksa korban untuk membuang tasnya ke kursi mobil bagian belakang.

Kemudian, kedua kaki dan juga tangan korban diikat mempergunakan tali plastik yang diambil pelaku dari kotak dasbor mobil.

Merawa jiwanya terancam, korban pun berpura-pura mati karena tidak bernafas. Pelaku yang menyangka korban sudah meninggal lantas membawa korban ke pinggir sungai yang gelap. Sesaat kemudian tubuh Esti pun dilemparkan ke dalam sungai.

Selama lebih dari 1 jam korban ada di dalam air dalam kondisi kaki dan tangan terikat. Korban terus berupaya untuk tetap mengapung dan berteriak meminta pertolongan.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact