Breaking

Saturday, 4 August 2018

Hindari Utang Rp. 1,5 M, Arief Tembak Kaki Sendiri Ngaku Dirampok

Hindari Utang Rp. 1,5 M, Arief Tembak Kaki Sendiri Ngaku Dirampok Terima kasih sudah mengunjungi Hanyatauaja.com, pastikan Anda membaca postingan ini sampai selesai.. jangan lupa mampir juga ke lapak kita ya lapak.hanyatauaja.com


Hanyatauaja.com - Sandiwara Arief Faisal (45), warga Jalan Kambang Iwak, Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, tidak berlangsung mulus pada akhirnya.

Pelaku yang bekerja sebagai seorang kontraktor itu, nekat menembak kakinya sendiri hanya untuk memberi keyakinan kepada pihak Polisi supaya dirinya dianggap sebagai korban perampokan yang terjadi pada hari Selasa 24/7/2018, sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Lingkar Prabumulih.

Akan tetapi apesnya pengorbanan itu hanya berujung sia-sia, Alih-alih mendapatkan status sebagai korban perampokan, polisi justru berhasil menemukan kejanggalan kala Arief dimintakan keterangan mengenai sandiwaranya tersebut.

Diketahui bahwa tindakan Arief itu hanyalah sandiwara semata, karena ia ingin menghindari lilitan hutang sebesar Rp. 1.5 Miliar yang dideritanya.

Kapolres Prabumulih Ajun Komisaris Besar Tito Travolta Hutahuruk memberikan penjelasan, kala di sidik, pelaku seolah-olah menjadi korban perampokan.

Modusnya, pelaku mengambil uang sebesar Rp. 501 juta, kemudian uang itu disetor ke bank Rp. 200 Juta. Lantas pada pukul 12.00 WIB, pelaku mengambil lagi uang yang disetornya tadi di bank lain sebesar Rp. 150 Juta.

”Jadi, seolah-olah pelaku telah mengambil uang Rp 700 juta untuk dibayarkan ke salah satu orang tempatnya berhutang," jelas Tito di Prabumulih, Rabu (1/8/2018).

Usai mengambil uang itu, pelaku lantas pergi ke arah Jalan Lingkar. Di sanalah pelaku menembak paha sebelah kirinya sendiri, dan kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian seolah-olah menjadi korban perampokan.

"Dari rangkaian cerita tersebut, saat dilidik timbul berapa kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan Arief, dan benar saja ternyata Arief tidaklah dirampok. Atas perbuatannya, pelaku kami kenakan Pasal 242 KUHP Junto (JO) 220 KUHP, dengan ancaman 7 tahun penjara. Karena tersangka sudah disumpah dan memberikan keterangan palsu," tegasnya.

Arief pun usai penyelidikan akhirnya mengakui bahwa tindakannya itu hanyalah sebuah rekayasa.

"Saya banyak utang kepada sejumlah orang. Saya pusing dan bingung, sehingga muncullah ide untuk membuat rekayasa seolah-olah saya dirampok," katanya seraya tertunduk menyesali perbuatannya.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact