Breaking

Thursday, 2 August 2018

Akibat Menendang Ibu

Akibat Menendang Ibu Terima kasih sudah mengunjungi Hanyatauaja.com, pastikan Anda membaca postingan ini sampai selesai.. jangan lupa mampir juga ke lapak kita ya lapak.hanyatauaja.com


Hanyatauaja.com - Kejadian ini terjadi sewaktu saya masih duduk di bangku SD kelas 6 sekitar tahun 1997. Keluarga saya tergolong keluarga yang sederhana dan harus pintar-pintar menghemat uang.

Pada suatu hari, kami akan menyelenggarakan acara perpisahan dengan teman-teman. Untuk acara tersebut, uang tabungan saya terpaksa harus diambil guna memenuhi iuran yang telah disepakati, yaitu sebesar Rp. 20.000,-.

Total tabungan berjumlah Rp. 50.000,- sementara dipotong biaya perpisahan Rp. 20.000,- maka masih ada sisanya Rp. 30.000,-

Melihat hal ini, Ibu saya mengatakan agar sisa uang itu harus disimpan untuk tambahan biaya pendaftaran masuk jenjang SLTP, tetapi nasehat ibu tersebut tidak begitu saya hiraukan.

Keesokan harinya saya bersenang-senang dengan teman-teman, hingga tanpa disadari sisa uang pun telah saya habiskan. Kemudian ibu meminta uang itu untuk disimpannya sendiri. Melihat hal itu, saya langsung mengatakan kalau sisa uang itu sudah habis kemarin.

Tanpa disangka, ternyata ibuku marah sekali. Bahkan dengan kemarahannya yang meledak, ibu ingin memukul saya tetapi hal tersebut dihalang-halangi oleh bibi.

Situasi tersebut membuat emosi saya juga meledak, dan saya sempat menendang ibu sampai terjatuh. Setelah melakukan tindakan salah itu, saya pergi ke rumah nenek dan bahkan menginap disana.

Pada suatu pagi saat saya bangun tidur, tiba-tiba kaki kanan saya terasa sakit dan kelihatan bengkak. Lalu saya mengadukan hal itu kepada nenek. Beliau mengatakan mungkin saja hal itu akibat terkilir, hingga akhirnya aku sempat diurut oleh nenek. Tetapi setelah diurut bukannya tambah sembuh tetapi justru tambah parah.

Dua hari berikutnya saya dibawa ke dokter dan diberi obat. Namun semua itu tidak memberikan perubahan apa pun. Satu minggu telah berlalu dan selama itu pula saya tidak bisa berjalan karena sakit yang luar biasa.

Nenek ingin memberitahukan hal itu kepada ibu, tetapi saya menolaknya karena merasa takut dengan ibu setelah peristiwa 'tendangan' itu. Kejadian menendang ibu itu pun akhirnya saya ceritakan kepada nenek, sehingga nenek akhirnya menasehati kalau saya ingin sembuh saya harus minta maaf kepada ibu.

Setelah mendengar nasehat nenek, akhirnya saya setuju. Keesokan harinya ibu datang ke rumah nenek, ibu mendekati saya, lalu saya meminta maaf dan mohon ampunan kepada ibu. Ibu pun memaafkannya, karena ibu sangat sayang dengan saya.

Keesokan harinya kaki saya mulai membaik, dan tiga hari kemudian saya sudah bisa berjalan dan pulang ke rumah kembali. Sejak kejadian itu saya tambah sayang dan patuh kepada ibu, semoga kisah ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semuanya.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact