Breaking

Thursday, 26 July 2018

Tenteramkan Anak Saat Bencana

Tenteramkan Anak Saat Bencana Terima kasih sudah mengunjungi Hanyatauaja.com, pastikan Anda membaca postingan ini sampai selesai.. jangan lupa mampir juga ke lapak kita ya lapak.hanyatauaja.com


Hanyatauaja.com - Indonesia adalah salah satu negara rawan bencana alam. Gempa, Tsunami, gunung meletus, longsor, hingga banjir kerap melanda. Dampaknya tidak hanya pada materi, tetapi juga nonmaterial. Anak-anak menjadi satu kelompok yang rentan terhadap dampak tidak menyenangkan dari bencana alam.

Saat masuk musim penghujan, warga di sejumlah daerah sudah terbiasa menghadapi banjir. Mereka yang berada di daerah rawan gempa juga kerap mengalami hal serupa. Kejadian alam ini cukup menakutkan bagi orang dewasa, apalagi anak-anak.

Bagi anak, seperti disebutkan American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, membicarakan tentang bencana alam yang juga menimpa Anda sekluarga dapat mengurangi kekhawatiran mereka. Hanya pastikan, Anda menjelaskan kejadian itu dalam bahasa yang dimengerti anak dan tidak membuat mereka bingung.

Beberapa faktor memengaruhi respon anak terhadap bencana alam. Cara anak melihat dan memahami respon orangtuanya menjadi sangat penting.

Reaksi anak juga bergantung pada seberapa besar kerusakan dan atau kematian yang mereka lihat selama dan setelah bencana alam.

Bila seorang teman atau anggota keluarga meninggal atau mengalami cedera serius atau bila sekolah atau anak mengalami kerusakan berat, kemungkinan besar anak akan mengalami kesulitan ataupun kesedihan.

Usia anak memengaruhi bagaimana anak merespon bencana alam. Anak usia 6 tahun misalnya, bisa menunjukkan kekhawatiran dengan menolak untuk ke sekolah, sementara remaja bisa meminimalisasi keprihatinannya, tetapi banyak berdebat dengan orangtua dan menunjukkan penurunan dalam performa sekolah.

Bencana Alam

Orangtua sebaiknya mengakui atau menunjukkan keprihatinannya kepada anak sambil memberi penekanan atas kemampuannya dalam menghadapi bencana alam. Selain itu, sejumlah hal berikut, seperti disebutkan University of Illionis Extension, dapat dilakukan orangtua untuk membantu menenangkan dan menenteramkan anak di saat dan pascabencana alam.

  • Sediakan waktu untuk menenangkan anak. Caranya bisa dengan memeluk atau mengatakan hal-hal menenangkan yang dibutuhkan anak agar merasa lebih aman dan terlindung dalam situasi emosional seperti itu.
  • Bicara dengan bahasa sederhana dan jujur tentang situasi aktual. Jelaskan kepada anak apa yang terjadi dengan keluarga Anda. Untuk anak usia prasekolah, Anda bisa mengatakan, "Adik/Kakak, kita harus meninggalkan rumah sementara waktu karena air semakin tinggi dan akan masuk rumah. Jadi kita mesti pindah. Kita akan menginap sementara di rumah Tante Nisa."
  • Jangan membesar-besarkan kejadian. 
  • Bantu anak lebih kecil memahami bencana alam.

Bencana Alam

Selain itu, tekankan kepada anak bahwa mereka tidak bertanggungjawab sebagai penyebab bencana. Dan bencana alam itu bukan sejenis hukuman untuk sesuatu yang mereka lakukan.

  • Pertahankan rutinitas atau ritual yang menenangkan. Makan malam bersama, membaca cerita sebelum tidur, atau menyimpan boneka kesayangan saat tidur akan memberi anak perasaan aman.
  • Bicara dengan anak tentang perasaan Anda dan tunjukan respon positif. Katakan seperti, "Ibu/ayah merasa sangat sedih meninggalkan rumah. Itu sebannya ayah/ibu menangis. Boleh ayah/ibu dipeluk."
  • Berikan kegiatan produktif yang bisa dilakukan seusianya. Kegiatan produktif seperti membantu menyiapkan meja makan, mengisi bak air, dan sebagainya membantu anak merasa menjadi bagian dari keluarga. Pastikan keterlibatan mereka tetap dalam koridor yang aman.
  • Cari bantuan profesional bila membutuhkan. 

Itu dia gaes beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk menenteramkan anak di kala dalam kondisi bencana alam. intinya selalu pastikan mereka itu merasa aman.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact