Breaking

Friday, 20 July 2018

Siswi Ini Lumpuh Setelah Menerima Hukuman Squat Jump 90 Kali

Siswi Ini Lumpuh Setelah Menerima Hukuman Squat Jump 90 Kali Terima kasih sudah mengunjungi Hanyatauaja.com, pastikan Anda membaca postingan ini sampai selesai.. jangan lupa mampir juga ke lapak kita ya lapak.hanyatauaja.com


Hanyatauaja.com - Seorang siswi di SMAN 1 Gondong, Mojokerto lumpuh total usai menjalankan hukuman squat jump sebanyak 90 kali.

Gejala kelumpuhan itu dialami oleh Mas Hanum Dwi Aprilia mulai terlihat usai ia pulang dari kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) Unik Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) yang mana guna untuk mempersiapkan promosi ekskul ke siswi baru pada hari Jumat 13/7/2018

Seperti pada umumnya kegiatan pengenalan ekstrakulikuler biasanya, anggota ekskul harus mempersiapkan beberapa hal untuk membuat siswa baru tertarik untuk bergabung dengan ekskulnya.

Namun sayang, Hanum datang tidak tepat waktu ke sekolah dan ia pun harus mendapatkan hukuman 60 kali squat jump. Ia tidak sendirian kala telat datang ke sekolah lantaran ada satu orang temannya yang lain juga mengalami hal yang sama.

Berdasarkan dari keterangan Kepala Sekolah SMAN 1 Gondang, hukuman squat Jump itu memang sudah merupakan kesepakatan dari anggota ekskul UKKI.

Meski sebenarnya para senior kelas XII sudah menyarankan untuk menghentikan hukuman itu dan menggantinya dengan hukuman hafalan surat pendek, akan tetapi lantaran anggotanya tidak mau, jadi akhirnya squat jump pun menjadi pilihannya.

Malang bagi Hanum kala menjalani hukuman, temannya tidak kuas dan sisa hukuman pun dilimpahkan kepada Hanum. Hitungan belum genap 100 fisik Hanum pun sudah tidak bisa melanjutkan lagi hukuman itu.

Gejala awal yang dirasakan oleh Hanum adalah sakit pada kedua kakinya. Usai kegiatan ekskul, Hanum pun diantar oleh teman-temannya untuk pulang ke Pondok. Karena selama ini Hanum tinggal di Pondok Pesantren Al Ghoits.

Sabtu 14/7/2018, Hanum pulang ke rumahnya untuk berobat kemudian pulang ke pondok pada hari Munggu sore 15/7/2018. Hari itu meski berjalan dengan sedikit tidak bisa tegak, akan tetapi Hanum tetap bisa berjalan. Meski untuk ke kamar mandi harus dibantu oleh para teman-teman yang lain.

Pada Senin 16/7/2018, Hanum tidak bisa berangkat ke sekolah lantaran kakinya masih sakit, hingga kemudian pada hari Rabo 18/7/2018, kedua kakinya benar-benar tidak bisa digerakkan lagi.

Berdasarkan dari keterangan pengasuh pondok pesantren Al Ghoits Hanum tidak bisa berjalan usai shalat subuh. Kemudian ia dibawah ke pengobatan saraf alternatif Sangkal Putung untuk mendapatkan pertolongan meski kala dibawa kondisinya sudah begitu kritis. Kala itu kaki Hanum bahkan tidak bisa ditekuk.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Ghoits, M Rofiq Afandi berharap pihak sekolah memberikan bantuan untuk biaya pengobatan Hanum lantaran berdasarkan dari keterangan Hanum keluarganya merupakan keluarga yang kurang mampu.

Semoga saja hal ini bisa menjadi perhatian untuk kita bersama, hukuman seperti Push Up, Squat Jump tentunya sangat dilarang sejak jaman dulu.

Parahnya berdasarkan penuturan kepala Sekolah SMAN 1 Gondong kegiatan ekskul itu rupanya diselenggarakan tanpa adanya satu pun guru pendamping. Para anggota UKKI menggelar kegiatan itu tanpa meminta izin kepada para pembina ekskul, pembins OSIS dan juga Wakasek Kesiswaan.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact