Breaking

Sunday, 22 July 2018

Ini Yang Bakal Terjadi Jika Negara Itu Bangkrut?

Ini Yang Bakal Terjadi Jika Negara Itu Bangkrut? Terima kasih sudah mengunjungi Hanyatauaja.com, pastikan Anda membaca postingan ini sampai selesai.. jangan lupa mampir juga ke lapak kita ya lapak.hanyatauaja.com


Hanyatauaja.com - Masyarakat yang sejahtera menjadi tanda bahwa sebuah negara itu sedang menuju pada sebuah hal yang baik dan maju. Sayangnya, hal itu tidak bisa dicapai dengan sebuah hal yang mudah perlu adanya perjuangan keras.

Sejumlah faktor, strategi politik dan juga kebijakan, keuangan negara hingga pendidikan dan juga kesehatan menjadi tolak ukur yang perlu direncanakan supaya negara itu bisa menjadi negara yang berhasil.

Namun tidak semua negara itu bisa melakukan itu. Krisis moneter dan juga kebijakan yang KKN bisa menjatuhkan suatu negara dalam ambang kehancuran atau kebangkrutan. Selain itu, masyarakat negara itu juga bisa masuk dalam lubang kemiskinan dan juga mendapati kondisi yang buruk dalam kebutuhan sehari-hari.

Berikut ini hal memprihatinkan yang akan terjadi jika negara mengalami kebangkrutan.

SISTEM BARTER DI VENEZUELA

Seorang Mengumpulkan Biji Jagung yang Terjatuh Akibat Di jarah di Venezuela ( Foto @AP Photo/Fernando Liano )

Venezuele dipilih menjadi negara dengan kemunduran ekonomi yang paling besar di tahun 2018, The economist memperkirakan, negara yang tadinya kaya raya ini harus mengalami sebesar 11,9 persen penurunan.

Penyebabnya lantaran adanya konflik yang tidak kunjung usai. Hal ini juga diperparah dengan adanya hiperinflasi dan hutang negara yang terus bertambah. Krisis semakin menjadi-jadi, warga Venezuela pun bertahan hidup dengan mempergunakan sistem barter.

Krisis parah dan tingginya angka inflasi yang ada di Venezuela membuat uang menjadi kehilangan nilainya. Warga pun dengan terpaksa kembali ke masa lalu dengan memanfaatkan barber agar bisa mendapat barang yang mereka inginkan. Barter bukan hanya untuk barang, akan tetapi juga jasa, seperti jasa memotong rambut dll.

BANYAK WARGA KELAPARAN DI ZIMBABWE

Ilustrasi Seorang Anak Dari Zimbabwe Kelaparan ( Foto @Niketalk.com )

Robert Mugabe, Pemerintah Zimbabwe, mengalami kondisi yang sangat mengerikan. Pemerintah Zimbabwe dilaporkan sedang berusaha dengan sekeras-kerasnya untuk menghadapi penyakit kolera, kelangkaan pangan, inflasi parah dan juga konflik domestik. Saat itu, Masyarakat Zimbabwe pun juga meminta Mugabe untuk lengser dari kursi pemerintahan.

Yang lebih buruk lagi terjadi super hyper inflasi dimana banyak harga yang naik tidak bisa terkendali. Demi untuk mengatasi defisitnya, Pemerintah pun terpaksa meminjam uang dalam jumlah yang sangat besar dari pasar obligasi.

Pinjaman mencapai 131 persen dari PDB. Utang Zimbabwe tercatat hingga mencapai US$ 4,5 miliar dan pemerintah pun juga menghadapi jumlah pengangguran yang semakin tidak terkendali yang mencapai 80 persen. Tahun 2009, Zimbabwe mengumumkan kebangkrutannya.

Situasi ini diperparah dengan kekeringan yang menimpa Zimbabwe. Masyarakat Zimbabwe banyak yang mengalami kelaparan. Mereka sulit mendapat kebutuhan prioritas seperti air, makanan dan juga layanan kesehatan, sanitasi dan juga perlindungan.

KRISIS DI YUNANI MELAHIRKAN BANYAK GELANDANGAN
Situasi Akibat Krisis Di Yunani ( Foto @Daniel Ochoa de Olza / AP )
 
Yunani juga mengalami kebangkrutan lantaran tidak bisa membayar hutang kepada IMF sebesar Rp. 5.000 triliun. Kondisi itu semakin di perparah kala gelandangan di Yunani terus bertambah dan mereka begitu kelaparan.

Pendiri badan amal Emfis, Maria Karra mengucapkan, Yunani sudah menjadi negara dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi di Uni Eropa. Jumlah tunawisma atau gelandangan naiks ebanyak 40% dalam tiga bulan terakhir.

Pemerintah Yunani memprediksikan, akan ada sebanyak 20.000 orang yang tidak memiliki rumah di Athena dari total sebanyak 660.000 penduduk di daerah sana. Naiknya angka pengangguran dan gelandangan di Yunani ini diduga lantaran dampak krisis ekonomi yang melanda sejak 2010. Angka pengangguran terus melonjak naik dari yang awalnya 10,6 persen di tahun 2004 menjadi 26,5 persen di tahun 2014.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact