Breaking

Friday, 20 July 2018

Ini Dia Alasan Maraknya Pernikahanan Dibawah Umur Di Indonesia

Ini Dia Alasan Maraknya Pernikahanan Dibawah Umur Di Indonesia Terima kasih sudah mengunjungi Hanyatauaja.com, pastikan Anda membaca postingan ini sampai selesai.. jangan lupa mampir juga ke lapak kita ya lapak.hanyatauaja.com


Hanyatauaja.com - Kita banyak sekali melihat pemberitaan tentang pernikahan-pernikahan dibawah umur yang terjadi di Indonesia, Tidak habis pikir bagaimana bisa mereka itu menikah padahal usia mereka masih belum sepantasnya untuk melakukan pernikahan. Apakah mereka tidak menderita kedepannya.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, dimana seorang pasangan muda melangsungkan pernikahan pria mempelai laki-laki baru berusia 13 tahun, sedang untuk mempelai perempuan lebih tua 2 tahun alias baru berusia 15 tahun. Keduanya merupakan warga Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menikah beberapa hari yang lalu.

Pernikahan dini ini memang sudah seperti menjadi sebuah tradisi. Umumnya usia pengantin rentang 13-18 tahun. Biasanya pernikahan dini ini sendiri terjadi lantaran karena berbagai faktor dan salah satunya adalah Ekonomi. Berikut ini beberapa faktor yang menjadikan mereka-mereka itu menikah muda.

FAKTOR EKONOMI

Pemulung

Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan mengapa mereka menikah dini. Betapa tidak karena orang tua tersebut hidup dalam garis kemiskinan dan untuk bisa meringankan beban mereka pun akhirnya rela menikahkan anaknya yang masih berada di bawah umur supaya beban hidup berkurang. Selain itu ada indikasi bayar hutang dengan menikahkan anak mereka supaya hutang orang tua menjadi lunas. Entahlah yang tentu jika kita lihat lagi pelaku pernikahan dini itu umumnya terjadi pada masyarakat menengah ke bawah.

PENDIDIKAN YANG RENDAH

Anak-Anak SD

Semakin tingginya pendidikan seseorang justru orang itu tidak akan berpikir untuk segera melangsungkan pernikahan. Mereka sudah tentu akan berfokus untuk menjalani pendidikan mereka sampai tuntas. Berbeda dengan mereka yang hanya tamatan SD. sudah tentu pemikiran mereka hanya satu yaitu ingin cepat-cepat menikah dan mempunyai keluarga. Hal ini karena sebenarnya mereka rata-rata bingung mau dibawa kemana perjalanan hidupnya.

KURANG KASIH SAYANG ORANGTUA

Keluarga Bahagia

Orangtua juga sangat berperan penting untuk tumbuh kembang anak. Jika anak itu kurang mendapatkan kasih sayang, akan mengakibatkan buruk untuk si anak. Anak menjadi tak terurus dengan baik, tentu tingkah laku anak pun menjadi tidak diketahui dengan baik ketika berada di luar, anak mau melakukan apa orang tua tidak pernah peduli sehingga anak pun melakukan kelakuan yang semaunya dan berakibat kenalakan remaja seperti Hamil Di Luar Nikah kerap terjadi, jika sudah seperti ini jalan satu-satunya biasanya adalah menikahkan mereka meski usianya masih dibawah umur.

Jika anak sudah mendapatkan cukup kasih sayang, tentu si anak akan mendapatkan benteng yang kokoh sehingga tingkah laku mereka akan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Semoga pernikahan dibawah umur di Indonesia ini tidak lagi terjadi... Nah, bagaimana kalau menurut kalian sobs and sist mengenai pernikahan di bawah umur!, ditunggu komengnya di bawah ya gaes...

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact