Breaking

Saturday, 28 July 2018

Ilmuwan Temukan Hubungan Antara Mimpi Dan Realita

Ilmuwan Temukan Hubungan Antara Mimpi Dan Realita Terima kasih sudah mengunjungi Hanyatauaja.com, pastikan Anda membaca postingan ini sampai selesai.. jangan lupa mampir juga ke lapak kita ya lapak.hanyatauaja.com


Hanyatauaja.com - Hipotesisi jika Mimpi mempunyai hubungan dengan kehidupan nyata pernah dilayangkan oleh Sigmund Freud di awal abad ke-20. Freud menyebut jika fenomena mimpi itu sebagai day residues (sisa-sisa hari).

Usai pernyataan Sigmund Freud itu langsung banyak para peneliti yang kemudian melakukan penelitian yang memperlihatkan adanya hubungan yang begitu nyata antara mimpi dengan realita.

Mengkaji mimpi bukanlah perkara yang mudah. Hal itu lantaran proses mimpi sepenuhnya terjadi di bawah alam sadar manusia, dan pada proses itu, tidak mungkin dilakukan komunikasi. Terlebih lagi ilmuwan masih belum punya media atau alat yang memadai untuk melakukan penelitian yang lebih lagi terhadap mimpi.

Meski begitu peneliti yang berasal dari The Swansea University Sleep Lab yang ada di Inggris berhasil mencapai titik terang dengan menemukan bahwa intensitas emosional dari pengalaman kala bangun bisa dihubungkan dengan itensitas aktivitas saat bermimpi, dan konten yang diimpikannya.

Untuk mendapatkan itu semua, mereka merekrut 20 orang yang bisa mengingat sesering mungkin mimpi mereka dan kemudian dipelajari.

Hal yang paling utama dilakukan oleh para peneliti adalah siswa diwajibkan untuk membuat jurnal yang terperinci mengenai kehidupan sehari-hari mereka selama 10 hari, termasuk juga mereka wajib mencatat aktivitas utama harian mereka dalam menghabiskan waktu, kejadian-kejadian yang terjadi yang signifikan dan emosional, dan setiap ada kekhawatiran yang mungkin bisa masuk dalam pikiran mereka.

Untuk itu para siswa diwajibkan untuk mencatat perasaan mereka setelahnya, dan menilai intensitas emosional itu dengan skala bernomor.

Kemudian para siswa diwajibkan untuk menghabiskan malam pertama di laboratorium dengan tidur mempergunakan topi elektroensefalogram non-invasif. Alat itu bisa untuk melihat dan juga merekam aktivitas gelombang otak yang ada dengan slow-wave sleep (gelombang lambat) dan pergerakan rapid-eye sleep (gelombang theta).

Setelah 10 menit ada dalam siklus tidur, para penelii membangunkan siswa dan menanyai mengenai mimpi mereka. Mimpi-mimpi itu kemudian dibandingkan dengan jurnal untuk melihat apakah ada korelasi.

Dan hasilnya begitu menakjubkan. Ada korelasi antara aktivitas dengan mimpi yang dialami. Jumlah kejadian yang tercatat dalam buku harian juga punya keterkaitan dengan intensitas gelombang theta, akan tetapi tidak dengan gelombang lambat mereka.

Selain itu sebelum tidur ketika memikirkan sebuah hal yang sangat emosional maka sangat tinggi kemungkinannnya untuk bisa masuk ke dalam mimpi mereka.

"Ini merupakan temuan pertama yang membuktikan jika gelombang theta punya keterkaitan dengan mimpi mengenai kehidupan yang baru-baru ini, dan bukti terungkap sudah jika mimpi ada hubungannya dengan proses yang dilakukan otak terhadap ingatan terbaru," ucap psikolog Mark Blagrove dari Swansea University kepada New Scientist.

Dipenelitian selanjutnya, para peneliti akan mencoba detak binaural untuk menginduksi gelombang otak theta pada subjek guna melihat apakah ini bisa menyebabkan mereka bermimpi mengenai pengalaman terbarunya.

Jika hal ini terbukti nantinya para peneliti bisa menemukan metode untuk memanipulasi tidur dan gelombang otak theta untuk memicu proses ingatan dan emosi sebagai bentuk terapi yang pasif.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact