Breaking

Tuesday, 17 July 2018

Alasan Wanita Jepang Tak Mau Bermain Cinta

Alasan Wanita Jepang Tak Mau Bermain Cinta Terima kasih sudah mengunjungi Hanyatauaja.com, pastikan Anda membaca postingan ini sampai selesai.. jangan lupa mampir juga ke lapak kita ya lapak.hanyatauaja.com


Hanyatauaja.com - Angka kelahiran negeri Samurai Biru itu benar-benar rendah. Bahkan pernah mencapai titik paling rendah di tahun 2017 kemarin. Akibatnya Pemerintah Jepang dengan dibantu oleh komunitas-komunitas di Jepang memulai menyuarakan program menambah angka kelahiran.

Meski begitu, program pencarian pasangan sampai dengan pernikahan itu dinilai tidak memberikan hasil, wanita di Jepang merasa terlalu lelah untuk berpacaran dan mencari pasangan.

Berdasarkan dari Survei yang dikeluarkan oleh Yomeishu menyebutkan bahwa 60% wanita di Jepang tidak merasa cukup Relax dan juga tertarik untuk memulai hubungan cinta.

Rasanya benar-benar begitu mengerikan mendengar hal itu. bagaimana lalu nasib para Jomblo yang ngenes berharap ingin punya pasangan? Lebih sakitnya lagi tuh mengetahui jika 1 dari 4 wanita Jepang mengakui tertidur ketika berduaan bersama pacarnya. Mereka merasa lelah dan tidak nyaman bahkan sampai stres.

Mereka berppikir untuk apa menghabiskan waktu untuk berpacaran jika mereka bisa santai melihat sinetron dan aktor favorit mereka di televisi rumah sambil mengenakan baju tidur, untuk menenangkan pikiran dan badan yang lelah usai seharian bekerja?

APAKAH WANITA JEPANG SUDAH MENYERAH TENTANG CINTA?

Orang Jepang Rata-Rata Giat dalam Bekerja

Mungkin juga bisa dibilang begitu. Akan tetapi bukan indikasi mereka untuk tidak menikah. beberapa dari mereka mungkin tidak mau punya perasaan hubungan pacaran dan pernikahan yang kadang naik turun dan bisa menggangu pikiran mereka.

Akan tetapi 80% dari Wanita Jepang mengucapkan jika mereka ingin punya Pria Idaman yang punya Kestabilitas dalam pekerjaan, bisa juga diartikan sebagai seorang pria dengan penghasilan tinggi), sehingga mereka bisa memberikan kemewahan dan kebahagiaan dalam pernikahan mereka, susah banget kan gaes menjadi kriteria pria idaman para wanita Jepang..

Semakin banyak wanita Jepang yang tidak mau membuang waktu mereka untuk berpacaran, menurut mereka semakin kerap berada di luar berduaan, semakin tinggi juga risiko mereka untuk hamil jika bermain cinta dengan pria yang bahkan tidak mapan dan masih belum siap dalam pernikahan.

Bukannya wanita Jepang itu tidak mau tau tentang angka kelahiran yang begitu rendah di Jepang, akan tetapi mereka lebih mencari pasangan yang benar-benar sangat tepat dan mapan. Banyak juga wanita Jepang yang akhirnya mencari pasangan mereka melalui situs-situs perjodohan online agar benar-benar mendapatkan kriteria yang ia inginkan.

PARA PRIA JUGA SULIT UNTUK MEMIKIRKAN TENTANG PERNIKAHAN

Jika para pria di Jepang 80% justru mengaku menginginkan punya pacar meski sebagian tidak menginginkan untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih dari pacaran, yaitu pernikahan. Mereka melihat atau memandang sebuah pernikahan itu adalah sebuah beban jika mereka masih belum siap secara keuangan, yang mana nantinya justru bisa berdampak pada berubahnya gaya hidup mereka dan juga penghasilan yang mereka dapatkan sebelum menikah.

Wanita Jepang

Tampaknya akan sangat sulit bertemu ya gaes, intinya Pria di Jepang jika merasa belum mapan tidak berani memikirkan pernikahan, begitu juga dengan para wanita di Jepang yang menganggap bahwa pria ideal untuk mereka adalah yang sudah mapan dan memiliki gaji yang tinggi.

Tentu saja program dan desakan pemerintah Jepang untuk meningkatkan angka kelahiran yang kecil masih terkalahkan dengan Baju Tidur yang nyaman serta sofa yang empuk untuk bersantai lihat sinetron.


Gimana tuh sobs, buat kalian yang udah mapan langsung aja deh tuh terbang ke Jepang, siapa tahu kamu nemu jodohnya di sana!!!

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact