http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Hadiah Di Dunia Atas Sebuah Keikhlasan

Thursday, 1 March 2018
Advertisement
Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Aku menulis ini bukan karena ingin mendapatkan pujian atau menjadikanku riya', tetapi tujuanku adalah semoga cerita ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita semuanya.

Memberi Orang Minta-Minta

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2001 yang lalu. Aku adalah salah seorang karyawan Dept. Store di salah satu pertokoan di Jakarta. Seperti biasa, jika ada keperluan dengan teman, aku pergunakan waktu istirahat untuk menelepon dia. Begitu juga hari itu, maka jadilah aku ikut antri di salah satu telpon umum yang tidak jauh dari tempatku bekerja.

Ketika aku berada dalam antrian, aku melihat seorang kakek dengan pakaian seadanya memasuki salah satu toko tidak jauh dari tempatku berdiri. Walaupun nampak renta, namun aku masih bisa melihat sisa-sisa kegagahan di masa mudanya dulu.

Dengan langkah pelan dan tangan gemetar dia mendatangi beberapa orang satu - persatu.

Hatiku sedih karena begitu banyaknya orang yang berada di situ, tetapi tidak ada satu orang pun yang memberikan uang kepadanya. Kurogoh saku bajuku, cuma ada tiga lembar uang ribuan, itu pun sisa kembalian aku belanja.

Kuhampiri kakek itu dan kuberikan uangku tanpa sisa. Aku menyesal tidak bisa memberikan lebih dari itu. Aku segera pergi dan tanpa sadar aku menangis karena haru.

Keesokan harinya ketika aku hendak mengambil uang saku, aku heran sekali karena uang di dompetku bertambah banyak. Dengan hati heran, aku keluarkan semuanya. Aku hitung lagi dengan teliti tapi memang ternyata uang itu bertambah dari yang seharusnya.

Kucoba untuk mengingat-ingat jumlah uangku yang sesungguhnya, siapa tahu jumlah uangku memang sebanyak itu. tetapi sampai lama aku mengingatnya, aku tetap yakin kalau uang itu jauh lebih banyak dari yang seharusnya masih kupunya.

Kucoba terus mengingat-ingat, jangan-jangan ada temanku yang menitipkan uangnya kepadaku, tetapi tetap saja ingatanku tidak menemukan seorang pun yang menitipkan uangnya padaku.

Terus terang, aku jadi heran. Berulang kali aku mengingat-ingat kembali, tetapi tetap saja aku tidak tahu, dari mana datangnya tambahan uang itu. Yang aku tahu, uangku yang masih ada tidak sampai sebanyak itu.

Tiba-tiba aku teringat kakek yang bertemu denganku kemarin. Hatiku bergetar, dalam hal ini bukan rasio lagi yang berbicara. Kebesaran Allah tidak semuanya bisa diterima akal sehat. Aku tidak bisa menahan air mataku lagi, tiada putus aku menyebut kebesaran-Nya.

Kurasakan begitu dekatnya aku dengan Sang Khalik Dengan segala sifat Rahman Rahim-Nya, Dia menunjukkan bahwa dia akan selalu bersama orang-orang yang ikhlas.

Kini aku mengerti mengapa uang di dompetku bertambah. Aku yakin, semua itu semata-mata atas kehendak Allah SWT. Aku semakin yakin, bahwa Allah akan membalas kebaikan kita, lebih daripada yang bisa kita berikan baik di dunia ini, terlebih di akhirat nanti.

Aku bahagia bisa menjadi saksi kebesaran-Nya dan semakin menambah kecintaanku kepada Rabb Penguasa Alam Semesta.