Breaking

Monday, 5 March 2018

Ditabrak Motor Akibat Bersumpah Palsu

Ditabrak Motor Akibat Bersumpah Palsu

Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Empat tahun lalu, saat aku masih kelas 3 MTs di sebuah Ponpes, aku ingin membeli sebuah buku, akan tetapi uang yang aku punya kurang dan belum cukup untuk membelinya.

Ilustrasi

Aku masih ingat sekali, waktu itu harga bukunya adalah Rp. 7.500 dan di pondokku menyediakannya. Walaupun harganya agak sedikit naik yaitu Rp. 8.500, sedangkan aku hanya punya uang Rp. 7.000.

Niat hati ingin meminjam uang pada temanku, tapi aku ingat bahwa orangtuaku akan datang seminggu lagi. Akupun urung membelinya. Tiba-tiba terbesit di hatiku untuk membelinya di loper koran yang ada di sebrang pesantren dan meminta sedikit diskon.

Sayangnya susah sekali aku pergi ke sana, mengingat pondokku mempunyai peraturan yang melarang santrinya keluar pondok. Belum lagi Pak Satpam yang siap menginterogasi siapa saja yang ingin keluar-masuk pondok.

Kuputar otak untuk menemukan caranya. Tiba-tiba terpikir olehku untuk menemui satpam, dan ketika diinterogasi, aku berusaha tenang. Kujelaskan bahwa aku ingin membeli balsem untuk temanku yang jatuh dari tangga, karena di koperasi sudah tidak tersedia.

Raut wajah pak satpam terlihat ragu. Maka aku pun menyakinkannya, "Pak, seandainya saya bohong, saya rela tertabrak motor!" Akhirnya aku dizinkan. Aku pun segera melangkah untuk menyeberangi jalan raya, tapi tiba-tiba dari arah kiriku, ada sebuah motor melesat dengan cepat sehingga aku tertabrak, badanku terpelanting dan tersungkur di aspal jalan raya tersebut.

Tangan serta lututku berdarah, kakiku sakit sekali dan aku tidak tahu apa-apa lagi. Ketika aku tersadar, aku sudah ada di sebuah rumah. Anggota badanku sedang diurut seorang ibu berusia paruh baya.

Saat itu juga aku menangis sejadi-jadinya. Aku menyesal telah mengucapkan sumpah palsu dan mengabadikan peraturan pondok yang telah ditetapkan Pimpinan Pesantren. Tapi aku pun bersyukur, karena orang yang menabrakku mau bertanggungjawab atas perbuatannya dengan memberiku sejumlah uang untuk biaya pengobatanku.

Semoga yang membaca kisah ini bisa menjadikan kisah ini sebagai pelajaran yang sangat berharga agar tidak mudah untuk berbohong.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact