Agen Poker Terpercaya

http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Betapa Pentingnya Menjaga Perkataan

Thursday, 1 March 2018
Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Peristiwa ini terjadi ketika aku masih duduk di bangku SMU. Saat di SMU aku masuk organisasi ROHIS (Rohani Islam). Padahal sebelumnya aku sama sekali tidak tertarik ikut dalam organisasi-organisasi apa pun. Namun entah kenapa ketika aku mendengar organisasi ROHIS ini, hatiku langsung tertarik.

Ilustrasi

Anak-anak ROHIS rata-rata berotak cerdas, sangat jauh dari perkiraanku sebelumnya. Kupikir, mereka itu polos dan bodoh, ternyata sebaliknya mereka cerdas-cerdas dan sangat ramah. Temanku semakin bertambah banyak karena anggota ROHIS tidak hanya terbatas siswa/i di sekolahku saja tetapi juga ada yang dari luar sekolahku.

Seperti biasanya aku sering duduk-duduk di serambi masjid di sekolahku setelah menunaikan shalat Dzuhur. Pada waktu itu temanku sesama anggota ROHIS datang menghampiriku dan mengucapkan salam. 

Setelah aku mengenakan sepatuku, ia membantuku berdiri dengan mengulurkan tangannya. Aku pun mengucapkan terima kasih padanya dan mengatakan bahwa aku akan segera masuk ke kelas. Ia mengangguk dan berkata bahwa ia belum shalat, dan ia akan mengerjakannya sekarang.

Aku pun berjalan menuju ke kelasku. Aku berjalan dengan tertatih-tatih karena kakiku terkilir sehabis pelajaran olah raga. Temanku tadi melihatku dan sambil tertawa ia berkata, "Aduh kasihan! Pincang ya?" guraunya.

"Eh ngeledek ya! Awas kamu, besok bisa jadi kamu yang akan seperti ini!" kataku menyambut candanya. Dan hari itu pun berlalu.

Keesokan harinya, seperti biasa saat aku sedang duduk di serambi masjid, tiba-tiba temanku tadi datang menghampiriku. Rupanya ia baru saja dari ruang dewan guru. Ia mengucapkan salam dan berdiri di depanku sambil mengulurkan tangannya. Kali ini ia bukan akan membantuku untuk berdiri tetapi untuk meminta maaf atas ucapannya kemarin.

Aku pun heran kenapa harus meminta maaf karena yang kemarin itu kuanggap hanya bercanda saja. Masya Allah, ternyata ia mengalami hal yang serupa denganku, kakinya terkilir ketika dalam perjalanan pulang ke rumahnya kemarin sore. 

Aku pun merasa bersalah karena telah mengatakan hal yang sebaiknya tidak kukatakan. Tidak lupa aku pun meminta maaf kepadanya.

Sejak peristiwa itu aku selalu berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu, sekalipun sifatnya hanya bercanda. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Berkuasa atas segalanya! Semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran bagi yang membacanya.