Breaking

Wednesday, 7 March 2018

Akibat Mengurangi Takaran, Rugi Puluhan Liter

Akibat Mengurangi Takaran, Rugi Puluhan Liter

Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Aku adalah pedagang barang-barang kebutuhan sehari-hari dan bensin eceran. Suatu ketika tersebar berita bahwa akan ada kenaikan BBM. Sebagai pedagang, menurutku, sangatlah wajar jika mendengar akan ada kenaikan harga, seorang pedagang pasti akan segera menimbun dagangannya.

Bensin Eceran

Setiap hari aku bolak-balik pergi ke pom bensin untuk beli bensin. Meskipun pemerintah melarang penimbunan BBM, tapi bagi seorang pedagang seperti aku, rasanya itu sah-sah saja. Kupikir semua pedagang pun pasti seperti aku.

Aku gembira karena aku bisa menimbun 10 buah jerigen yang tiap jerigennya berisi kurang lebih 30 liter. Seperti biasa, dari jerigen bensin tersebut aku pindahkan ke dalam botol 2 literan untuk dijual secara eceran menggunakan sebuah selang. 

Untuk mendulang untung, setiap menyelang bensin, aku juga mengurangi takaran literannya. Maksudku melakukan itu agar aku bisa mendapat 2x keuntungan; baik dari harganya maupun dari takaran literannya. Aku tahu itu dosa, tapi saat itu pikiranku tertutup.

Sampai akhirnya teguran Allah datang. Saat aku akan meletakkan jerigen ke atas meja untuk aku selang, entah karena kurang hati-hati atau apa, tiba-tiba bensin yang ada di dalam jerigen tumpah semua. Saat itu aku sangat gugup, jadi tidak berpikir untuk menyelamatkan yang belum tumpah.

30 Liter bensin mengalir ke seluruh penjuru tokoku. Tak sedikitpun tersisa. Seketika itu juga aku langsung menangis. Bisa dibayangkan betapa besar kerugian yang harus aku tanggung.

Saat itu juga aku teringat kekhilafanku selama ini, dosa besar yang telah mengurangi takaran. Sejak saat itu aku lebih berhati-hati dan berpikir 100x lagi jika ingin mengurangi takaran.

Aku kapok menyesal dan takuk jika harus mengulangi kejadian seperti itu lagi. Semoga ini bisa menjadi iktibar bagi kita agar tidak mengambil barang yang bukan haknya dengan cara mengurangi takaran. Entah itu takaran bensin atau takaran apapun.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact