Breaking

Thursday, 1 March 2018

Akibat Kikir Kepada Orang Tua Sendiri

Akibat Kikir Kepada Orang Tua Sendiri

Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Sang Maha Penguasa Kehidupan memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik kepada kedua orang tua, seperti mematuhi dan membahagiakannya. Karena mereka telah berusaha keras dalam membesarkan anak-anaknya dengan tanpa pamrih dan tak mengenal lelah. Sebagai anak kita tidak akan pernah dapat membayar hutang budi kita kepada mereka.

Ilustrasi

Saya adalah anak terkecil (bungsu) dalam keluarga. Kakak saya ada dua, yang pertama adalah laki-laki dan yang kedua perempuan. Kami semua sudah berada pada jenjang umur dewasa. Saya sendiri sekarang sudah berumur 24 tahun, menyandang gelar sarjana dan telah memiliki pekerjaan.

Di antara ketiga kakak beradik ini, bisa dibilang kakak saya yang nomor dua (perempuan) adalah yang paling baik peruntungannya. Otaknya cerdas dan pintar, cekatan, gampang sekali dapat pekerjaan, dan memiliki penghasilan yang sangat besar.

Sebenarnya keluarga kami sekarang agak beruntung serta mengandalkannya dalam segi ekonomi setelah ayah pensiun sekitar tiga tahun yang lalu.

Tapi dibalik semua kelebihan-kelabihan yang dimilikinya, ada salah satu sifat yang mungkin dibenci tiap orang, yaitu kikir. Setiap kali diminta bantuan soal materi, meskipun tak jarang ia memberi, tetapi ia selalu saja berkata, "Aku pun sudah tak punya uang lagi", "Uangku hanya tinggal segini-gininya", "Walaupun sudah tanggal 2, tapi aku belum gajian", dan sebagainya.

Padahal, setiap kali pulang ke kota kami (ia bekerja di luar kota) ia selalu saja berbelanja, terutama pakaian yang harganya lumayan mahal-mahal. Kami sekeluarga hanya bisa maklum saja, walaupun agak mengurut dada juga.

Beberapa waktu ke belakang, ia sering mengeluh bahwa dirinya selalu kehilangan uang. Jumlahnya cukup lumayan, ratusan ribu rupiah. Telah tiga kali ia mengalaminya ketika ia berbicara soal itu kepada kami, padahal ia sangat yakin telah menyimpan setiap uang yang dibawanya dengan sangat rapi dan hati-hati.

Saya pun tak meragukannya, mengingat dia adalah orang yang sangat hati-hati, awas, dan teliti.

Mengetahui peristiwa ini saya pun mulai disadarkan kepada kenyataan bahwa mungkin hal ini merupakan azab yang diberikan Allah SWT. Atas kekikirannya kepada keluarganya sendiri. Setelah itu, ibu dan saya mulai mengingatkannya bahwa mungkin saja ia tidak pernah melaksanakan kewajibannya untuk mengeluarkan zakat ataupun shadaqah kepada orang yang berhak menerimanya.

Dari hal tersebut saya dapat mengambil beberapa hikmah yang bisa saya terapkan pada kehidupan sendiri, diantaranya : mengeluarkan sebagian harta adalah wajib berapa pun jumlah penghasilan yang kita terima. Hal ini dimaksudkan untuk membersihkan harta kita sendiri, selain itu mengajarkan kita untuk tidak kikir dan tidak bohong, terutama kepada orang tua kita sendiri. Semoga apa yang telah saya ceritakan ini bisa menjadi cermin bagi yang membacanya.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact