Agen Poker Terpercaya

http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Uang Logam Tertelan

Monday, 26 February 2018
Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Memang cukup lama juga kejadian ini, tepatnya saat saya masih duduk di kelas 5 SD (Sekolah Dasar) pada tahun 1985. Namun saya selalu mengingatnya sampai sekarang.

Uang Logam Rp. 50 Rupiah Keluaran Tahun 1995

Suatu sorr saya diberi uang jajan oleh ibuku sebesar Rp. 50,- Saat itu uang Rp. 50,- masih dapat membeli beberapa kue. Aku berniat dalam hati, uang itu akan aku belikan kue kesukaanku dan tidak akan aku berikan kue itu pada adikku.

Untuk itu, uang logam Rp. 50,- bukannya aku simpan di dompet, tetapi aku masukkan ke dalam mulutku, agar tidak diketahui oleh adikku.

Sebelum membeli kue, aku masih sempat menyapu halaman rumah dan logam itu masih ada di dalam mulutku sampai aku selesai menyapu. Setelah itu aku duduk di kursi untuk menyisir rambut.

Ketika itu adikku mengajak aku berbicara, aku lupa dan tidak menyadari kalau uang logam itu masih ada di dalam mulutku. Saat aku akan berbicara, tiba-tiba saja uang logam yang ada di mulutku langsung tertelan dan masuk ke dalam tenggorokanku.

Keluargaku sempat panik, dan meminta aku membungkuk dan menepuk-nepuk belakang leherku supaya uang logam itu keluar, tetapi bukan uang logam yang keluar malah aku muntah-muntah dan nafasku sesak, rasanya waktu itu aku hampir-hampir tidak bisa bernafas.

Melihat keadaanku yang seperti itu, akhirnya keluargaku langsung membawa ke rumah sakit. Sesampainya di sana aku di Rontgen. Dari hasil Rontgen, ternyata uang logam itu berada di tengah-tengah tenggorokanku. Setelah itu aku dibawa ke ruang operasi dan disana aku di bius.

Mataku mengantuk lalu aku tertidur, sehingga akut idak tahu bagaimana caranya dokter-dokter itu mengeluarkan uang logam itu.

Setelah aku sadar dan membuka kedua mataku, Alhamdulillah aku merasa uang logam yang ada di tenggorokanku itu sudah tidak ada dan aku sudah bisa bernafas lagi dengan baik.

Semoga kisahku ini bisa menjadi pelajaran. Janganlah kita memiliki niat yang tidak baik walaupun hanya dalam hati saja. Marilah kita jaga hati kita, dengan niat-niat yang baik, karena dengan hati yang baik, dengan hati yang bersih, Maka seluruh anggota tubuh lain akan melakukan sesuatu yang baik pula.

Marilah kita selalu bersyukur atas kenikmatan nafas yang masih Sang Maha Penguasa berikan kepada kita. Gunakanlah nikmat ini untuk berbuat baik beramal dan hal-hal positif lainnya.