http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Transformasi Gadis Kecil Menjadi Perempuan Dewasa

Monday, 12 February 2018
Advertisement
Kesehatan, Hanyatauaja.com - Menurut teori, menstruasi mulai terjadi ketika seorang anak perempuan berusia antara 11 sampai 15 tahun. Praktiknya, usia dimulainya menstruasi bisa sangat beragam. Menstruasi mengubah seorang gadis kecil menjadi seorang perempuan dewasa. 

Ilustrasi ( Foto @Source )

Banyak perubahan terjadi setelah menstruasi. Setelah menjadi perempuan dewasa, hubungan seks bisa membuat mereka hamil.

Menstruasi pertama terjadi ketika anak berusia 11 sampai 14 tahun. Namun, ada juga yang mendapat menstruasi di usia sembilan atau 15 tahun.

Menarche atau menstruasi pertama adalah pertanda anak perempuan sudah berkembang menjadi perempuan dewasa. Bersamaan dengan menstruasi pertama, tubuh pun mulai berubah. Saat itu payudara mulai tumbuh, rambut di ketiak dan di kemaluan juga mulai tumbuh. Pinggul pun mulai melebar.

Beberapa hari sebelum menstruasi, perempuan merasa tegang atau emosional. Berat badan sedikit naik dan perut terasa kembung. Terjadi kram di perut, punggung atau kaki. Jerawat bermunculan di wajah.

Setelah itu, terdapat bercak darah di celana dalam atau di kloset saat buang air. Darah itu awalnya berwarna kecokelatan, kemudian akan berubah menjadi merah terang. Keluarnya darah menstruasi biasanya berlangsung selama tiga hingga tujuh hari setiap bulan.

Menstruasi pada remaja umumnya belum teratur. Terkadang remaja tidak mendapatkan menstruasi selama beberapa bulan.

Situs WebMD mengatakan, kapan datangnya menstruasi semakin sulit diprediksi ketika remaja kekurangan berat badan karena berdiet atau olah raga terlalu keras, stres atau justru mengalami kelebihan berat badan.

Disarankan agar remaja putri mencatat datangnya menstruasi setiap bulan. Dengan pencatatan itu, remaja bisa memprediksi datangnya menstruasi. Catatan itu juga berguna ketika butuh berkonsultasi dengan dokter.

Kurang lebih di pertengahan siklus menstruasi, perempuan mengalami ovulasi. Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur dari ovarium. Akan keluar sedikit cairan dari vagina atau sedikit darah ketika perempuan mengalami ovulasi. Perempuan bisa mengalami kehamilan kalau berhubungan seksual dari hari ovulasi atau di salah satu dari lima hari sebelumnya.

Waktu terjadinya ovulasi berbeda untuk masing-masing individu karena waktu menstruasi yang berbeda-beda setiap bulan. Itu sebabnya remaja putri perlu mengetahui bahwa ada risiko besar untuk hamil saat berhubungan seks sepanjang waktu setiap bulan.