Breaking

Wednesday, 14 February 2018

Si Jenius Penemu Faksimile

Si Jenius Penemu Faksimile

Penemu, Hanyatauaja.com - Dalam perjalanan panjang sejarah teknologi komunikasi, faksimile pernah melakoni peran yang cukup vital, bahkan mungkin hingga saat ini. Mesin faksimile mampu mengirimkan dokumen yang persis dengan dokumen aslinya.

Mesin Faksimile ( Foto @Source )

Isi dokumen tersebut dikirim dengan menggunakan jaringan telepon ke mesin faksimile penerima yang hasilnya kemudian dicetak di atas kertas. Konon, kata faksimile berasal dari bahasa latin, yakni fac simile, atau dalam bahasa Inggris disebut make similar, yang berarti "membuat salinan serupa dengan aslinya".

Perangkat mesin faksimile, yang di beberapa negara di Eropa dikenal juga dengan sebutan telecopier, boleh dikatakan sebagai mesin tulis jarak jauh.

Siapa sangka, mesin canggih ini tercipta dari tangan seorang anak petani miskin. Ya, penemu mesin faksimile adalah Alexander Bain, seorang manusia biasa yang dilahirkan di sebuah desa antah berantah bernama Walten yang terletak di pedalaman Skotlandia.

Bain, kelahiran tahun 1811, di masa kecilnya bukanlah sosok yang istimewa. Semasa bersekolah pun ia tidak menorehkan prestasi yang dapat dibanggakan. Usai lulus pendidikan formal, Bain merantau ke kota untuk mengadu nasib. Bain menyambung hidupnya dengan menjadi pekerja magang pada seorang pembuat jam di kota itu.

Setelah merasa cukup mempelajari seni membuat jam, Bain ingin melangkah lebih jauh lagi. ia menuju ibu kota Skotlandia, Edinburgh, untuk menerapkan keahliannya membuat jam. Tak lama di Edinburgh, Bain memutuskan hijrah ke London.

Bain tiba di pusat peradaban Inggris itu pada 1837. Selain bekerja harian, Bain juga menempuh studi di sebuah institut dan aktif di galeri seni bernama Adelaide Gallery. Hingga pada akhirnya, Bain mampu memiliki galeri sendiri, tempat di mana ia meneliti seluk beluk peralatan yang berhubungan dengan jam dan alat komunikasi.

Alexander Bain Si Jenius Penemu Mesin Faksimile ( Foto @Source )

Berawal dari kesenangannya mengutak-atik jam itulah Bain pada akhirnya berhasil menciptakan mesin faksimile. Antara tahun 1840-1841, Bain bisa membuat jam elektrik. Ia mencoba mengembangkan hasil temuannya tersebut menjadi alat komunikasi yang disebut telegraf.

Pada 1842, Bain sudah menciptakan mesin telegraf sederhana yang bisa mengirim teks dan gambar bergaris. Bain adalah orang yang memasang jalur telegraf pertama di jalur kereta api di sepanjang Edinburgh dan Glasgow. Setahun kemudian, di Amerika Serikat, seorang ilmuwan lain bernama Samuel Morse (penemu sandi morse) telah mampu menyelesaikan jalur telegraf pertama untuk kepentingan komersial.

Di tahun yang sama, Bain justru sudah asyik dengan percobaan lainnya. pada 1843 itu, Bain memadukan pengetahuannya tentang jam elektrik dan telegraf untuk menciptakan sebuah mesin yang bisa menyalin dan mengirimkan tulisan sama persis ke alamat tujuan. Komponen utama dari moyangnya mesin faksimile ala Bain ini terdiri dari dua buah pendulum.

Pendulum pertama difungsikan sebagai mesin pengirim, sedangkan pendulum kedua berperan sebagai mesin penerima. Teks yang akan dikirim terlebih dulu dicetak dengan motif timbul pada plat metal. Prinsip ini sama dengan cara kerja pada percetakan koran atau plat kendaraan bermotor di mana huruf atau angka di cetak timbul pada lempengan plat metal.

Untuk mengoperasikan mesin faksimile sederhana buatannya, Bain memasang metal point atau titik yang menonjol pada ujung pendulum pengirim. Metal point ini bisa berupa sikat dari logam yang tajam atau diruncingkan. Saat mesin dijalankan, pendulum pengirim akan bergerak maju dan mundur dengan ritme tempo yang tetap, serupa dengan prinsip bandul jam dinding gaya klasik yang bergerak konstan dari kiri ke kanan dan sebaliknya.

Setiap kali pendulum pengirim bergerak, maka ujung sikat atau metal poin akan menyapu huruf atau angka dalam teks yang terukir pada plat metal. Saat ujung sikat menyentuh teks inilah terdapat arus listrik, yang mengalir melalui teks, yang akan diteruskan menyusuri sepanjang kawat jaringan telegraf menuju kota tujuan di mana di sana sudah bersiap pendulum kedua yang akan menerima dan kemudian menyalin isi teks yang telah dikirim.

Mesin faksimile ciptaan Bain bahkan mampu mengirimkan gambar sederhana. Proses kerjanya sama dengan metode pengiriman teks, perbedaannya hanya terletak pada cetakan plat metal. Jika hendak mengirimkan teks, maka yang dicetak di plat metal adalah angka atau huruf, demikian pula dengan cara kerja pengiriman gambar.

Bain telah mematenkan leluhur mesin faksimile hasil temuannya secara resmi pada 27 Mei 1843. Meskipun pada waktu-waktu selanjutnya dilakukan pengembangan yang cukup signifikan terhadap mesin faksimile, namun Bain tetap diakui sebagai orang pertama yang berhasil merumuskan prinsip-prinsip dasar mesin tulis jarak jauh itu.

Nama Alexander Bain, yang wafat pada 2 Januari 1877, telah melegenda dan menjadi kebanggaan bagi orang Skotlandia.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact