Agen Poker Terpercaya

http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Pentingnya Menjaga Lidah

Monday, 26 February 2018
Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Pengalaman ini terjadi ketika tahun 2001, saat saya masih duduk di kelas III Madrasah di pondok pesantren. Suatu hari saya pulang dari Pondok Pesantren, karena di rumah akan ada acara walimatul ursy (perinikahan) Pak Lek.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Keesokan harinya selesai acara tersebut, ibuku pergi ke ladang, sehingga yang bertugas membereskan kebutuhan rumah menggantikan posisi ibu adalah saya. "Mumpung saya dirumah", kata ibu.

Sesampainya di ladang, Ibu saya kaget, karena melihat banyak sampah yang masuk di selokan. Tidak mungkin sampah itu bisa masuk ke selokan tersebut tanpa ada yang membuangnya, karena selokan itu penuh dengan sampah.

Siang harinya ibu bertanya kepada yangd i rumah, terus bapak saya menjawab dengan kata-kata "Siapa lagi yang membuang kalau bukan dingklangane kuwi (istilah Jawa yang berarti, si pincang), "Begitulah kalimat bapak yang masihs aya ingat sampai saat ini.

Memang kebetulan, ladang kami bersebelahan dengan milik tetangga saya yang pincang. Satu kaki tetangga kami tidak senormal sebagaimana kaki yang satunya.

Sore harinya, bapak saya memetik daun pepaya untuk tambahan ransum ikan gurame. Tanpa disengaja, ketika akan pulang dari sawah, kakinya masuk ke lobang dan keseleo, sehingga tidak bisa berjalan seperti semula. Bahkan jalannya seperti si pincang, tetangga saya yang tadi diceritakan.

Ketika hari resepsi walimatul ursy Pak Lek tiba, semua keluarga datang ke tempat Pak Lek. Hanya bapak yang tidak bisa hadir karena sakit yang dideritanya.

Namun, Alhamdulillah selang beberapa hari kaki bapak sembuh. Dari peristiwa ini, bapak mulai menyadari akan kesalahan yang pernah dilakukan dirinya.

Semoga dengan kejadian ini bisa dijadikan pedoman dan pelajaran bagi kita semua agar bisa menjaga lidah dari perkataan yang kasar. Walaupun orang itu cacat, janganlah sebut nama orang itu dengan karakter kekurangannya.