http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Mengungkap Kecantikan Alami Wanita Korea Jaman Dulu

Wednesday, 7 February 2018
Advertisement
Menarik, Hanyatauaja.com - Kecantikan wanita Korea memang sudah begitu dikenal di wilayah Asia Timur. Menurut sejarah, wanita Korea menjadi komoditas perdagangan selama beberapa abad, terutama selama periode ketika negeri ginseng ini berada di bawah kekuasaan Mongolia. Kini mereka telah menata diri sedemikian rupa untuk menarik perhatian ribuan pembisnis asing dan orang-orang Amerika yang berkepentingan di negara mereka, seperti memenangkan penghargaan internasional dalam kontes kecantikan.

Kecantikan Wanita Korea Jaman Dulu ( Foto @Source )

Akan tetapi, wanita Korea jarang memiliki kelembutan dan wajah boneka yang imut-imut sebagaimana para wanita-wanita Jepang, Taiwan, dan Thailand. Fitur wajah mereka pada umumnya lebih tegas, dan sering kali tampak lebih cantik dalam nuansa klasik atau kebangsawanan.

Wanita Korea sangat terkenal bukan hanya karena bentuk badan mereka yang menarik, wajah bangsawan, dan corak warna kulit yang seksi yang bervariasi dari putih hingga cokelat terang. Akan tetapi, mereka juga dikenal karena bentuk dan ukuran mata mereka. 

Mata wanita Korea lebih besar daripada kebanyakan wanita Jepang, dan pandangan mereka lebih menyenangkan secara estetis, berbentuk seperti almond yang agak melengkung pada bagian luar sungguh kecantikan yang luar biasa.

Ukuran dan bentuk mata ini merupakan salah satu rahasia utama kecantikan para wanita Korea, bukan hanya karena mata mereka yang cantik, namun juga karena bentuk mata mereka menambah hawa misteri pada wajah mereka, pria yang berkualitas selalu bisa menemukan pesona ini.

Pada zaman dahulu, wanita Korea suka memanjangkan rambut mereka dan menggulungnya di atas kepala, lalu disemat dengan jepitan rambut (semacam tusuk konde jika di Indonesia). Jepitan pendek yang terbuat dari perak juga sering dipakai di rambut. Jepitan pendek ini konon juga dipakai untuk membersihkan telinga.

Jika cerita zaman dahulu bisa dipercaya, jepitan pendek itu juga digunakan oleh beberapa istri untuk menusuk alat kelamin suami mereka ketika hasrat seksual mereka lemah. Jika hal ini benar, maka Pria Korea Jaman dahulu memiliki alasan yang dapat diterima mengapa mereka jarang berbicara dan cenderung menghindari istri mereka.

Namun, saat ini ada kecenderungan bagi wanita-wanita kota memendekkan rambut mereka, namun wanita-wanita di daerah pedalaman dan yang pekerjaannya adalah memikat pria, biasanya memanjangkan rambut mereka.

Lalu, bagaimana dengan make-up wanita Korea zaman dahulu? Jika Anda suka melihat drama tentang sejarah Korea, Anda mungkin pernah melihat sebuah scene dimana wanita Korea mewarnai wajah mereka dengan berbagai ramuan yang ditempatkan dalam sebuah wadah keramik. Dalam Hwang Jin-Yi, misalnya, ada Scene seperti ini, di mana para pelacur diajari dan dilatih menggunakan make-up dengan batubara untuk menebalkan alis mereka.

Sekedar Anda ketahui, kelas sosial wanita Korea zaman dulu tidak dilihat dari pakaian yang mereka kenakan, melainkan dari riasan wajah mereka. Menurut the Record of the Chinese Embassy to the Koryo Court, Xuanbe fengshi Gaoli tujing (1123), make-up yang simpel dan bersinar lebih disukai oleh Wanita Korea kelas atas. 

Menggunakan make-up terlalu banyak sangat tidak diperbolehkan, maka satu-satunya kosmetik yang mereka gunakan untuk mewarnai wajah mereka adalah dengan bedak tanpa pemerah pipi. Selain itu, mereka juga suka melukis alias berbentuk seperti daun.

Sejak masa Dinasti Chosun, wanita bangsawan Korea mulai menggunakan campuran abu dari bunga, tanaman indigo, dan bubuk emas untuk alis. Make-up terbuat dari bunga kunyit dan sinabar yang digunakan untuk pipi dan bibir.

Warna kulit yang pucat lebih disukai, sesuai dengan sikap sederhana dan ajaran ideal Confucius. Mereka menghindari bubuk putih untuk wajah mereka, karena hak ini dikaitkan dengan wanita rendah atau wanita penghibur yang memainkan seni musik, tari, dan puisi. Sebaliknya, wanita bangsawan pada saat itu menggunakan make-up berwarna peach cerah. Untuk membuat rambut mereka berkilau, wanita kelas atas menggunakan minyak bunga peony.

Rakyat Chosun biasa tidak boleh menggunakannya. Mereka mempercantik wajah dengan warna, namun dengan kosmetik yang murah. Untuk mempertebal alis, mereka menggunakan serpihan batubara. Untuk bibir, mereka menggunakan lada merah kering.

Make-up alami, yang tidak mengandung pengawet ini dibuat di dalam periuk kecil yang kira-kira hanya cukup untuk sekali pemakaian make-up. Jenis-jenis make-up disimpan di dalam kotak kecil dengan bukaan yang sempit untuk mencegah kontaminasi dan kerusakan.

Apabila Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang kecantikan alami wanita Korea tempo dulu, silakan baca buku Kyuhapch'ongso (1809), yang berisi petunjuk komprehensif untuk wanita kelas atas pada masa Dinasti Chosun tentang bagaimana cara membuat kosmetik, wewangian, parfum, dan minyak untuk rambut. Bahkan, buku tersebut juga menjelaskan tentang bentuk alias.