http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Ginseng Di Korea

Wednesday, 21 February 2018
Advertisement
Menarik, Hanyatauaja.com - Masyarakat Korea biasa menyebut ginseng dengan insam (Ginseng Yang Dibudidayakan). Di Korea, tanaman ginseng liar yang tumbuh di hutan-hutan lebat pegunungan dinamakan sansam (ginseng gunung).

Ginseng Korea

Meskipun tidak diketahui kapan pertama kali ginseng dibudayakan di Korea, namun catatan sejarah dari Dinasti Joseon mengasumsikan bahwa budidaya ginseng telah dimulai pada awal abad ke-12, walaupun sansam sudah ada jauh sebelum itu.

Dan, pengetahuan seputar kualitas ginseng korea pun telah diketahui sejak lama, bahkan hingga ke luar Korea. Salah satu produk ginseng yang cukup terkenal bernama Goreyeo Insam atau sering juga disebut dengan ginseng goryeo atau ginseng korea.

Ginseng korea memiliki kualitas baik karena ditanam di tanah subur dengan iklim yang mendukung. Ginseng asli Korea dipercaya memiliki khasiat yang lebih unggul dan teruji dibandingkan jenis lain.

Jenis dan kandungan saponin dalam ginseng korea jauh lebih banyak ketimbang jenis ginseng lainnya, sehingga khasiatnya pun diyakini lebih besar. Saponin ginseng korea memiliki 23 jenis, sedangkan saponin ginseng Barat, Jepang, atau China hanya sekitar 8 hingga 15 jenis. Oleh karena itu, khasiat ginseng korea sangat tinggi.

Di antara jenis ginseng yang ada, ginseng yangt umbuh di alam liar (pegunungan), yakni sansam adalah yang paling mahal dikarenakan kelangkaan mereka. Harga akar ginseng gunung bisa juah lebih mahal dibandingkan hadiah dari memenangkan undian, dan penemuannya selalu dipublikasikan dalam berita.

Bahkan, dalam sebuah situs Korea blog.korea.net, diperlihatkan sebuah foto ginseng liar yang berhasil ditemukan pada bulan Juni 2011, dan ginseng itu dihargai kira-kira sebesar 100 Juta won. Harga yang cukup fantastis untuk sebuah ginseng, bukan?

Tahun dan bentuk akar ginseng menentukan harga, di mana kedua parameter tersebut diuji secara cermat oleh para ahli.

Sudah sejak lama masyarakat Korea sangat menghargai ginseng dan berusaha keras untuk memilikinya. Orang yang mencari ginseng liar dinamakan simmani, sebuah profesi yang memerlukan banyak keahlian dan kesabaran penuh.

Ginseng yang ditanam di pegunungan dan dibiarkan tumbuh secara bebas sebenarnya bukanlah sansam, tetapi mereka diberi nama secara berbeda, yakni jangnoesam. Dalam mencari ginseng liar ini, para simmani berdoa terlebih dahulu kepada dewa gunung dan sangat berhati-hati dalam berkata maupun bertindak, sebab mereka menganggap ginseng liar sebagai hadiah dari dewa gunung.

Jika berhasil menemukan ginseng, mereka akan berteriak "Sim bwatda" (saya sudah menemukannya), lalu melakukan ritual kepada dewa gunung sebelum menggalinya dengan hati-hati.