Breaking

Sunday, 4 February 2018

Mendadak Bisu Setelah Membentak Ibu

Mendadak Bisu Setelah Membentak Ibu

Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Kejadian ini terjadi saat aku pulang kampung dalam rangka liburan kuliah. Pada suatu malam, ibuku memanggil untuk memberi sederet nasihat, mulai dari masalah kesehatan, kedisiplinan, kerajinan, hingga soal pergaulan dan lain-lainnya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Awalnya aku memperhatikannya dengan seksama, namun sayang beliau tidak memberi kesempatan bagiku untuk mengucapkan sepatah katapun hingga aku merasa kesal dan jengkel. Bahkan aku sempat berpikir kenapa aku diperlakukan seperti anak TK yang belum mengerti apa-apa.

Kejengkelanku semakin menjadi, sampai tanpa sadar aku membentak ibuku dengan nada keras dan penuh amarah, "Sudah, aku sudah mengerti semuanya. Aku bukan anak TK lagi!" Setelah membentak, aku langsung pergi, tanpa memperhatikan bagaimana raut muka ibuku.

Dengan tenangnya, aku melangkah menuju kamar tidur dan akupun tertidur pulas tanpa menyimpan sedikitpun rasa bersalah.

Tanpa terasa adzan Subuh telah berkumandang. Aku pun terbangun dari tidurku. Namun, alangkah terkejutnya aku saat kucuoba membangunkan adikku yang masih tertidur pulas, aku tak mampu mengucapkan sepatah katapun. 

Aku mencoba dan terus mencobanya, namun tetap tidak mampu. Dalam hati, aku bertanya apa yang telah menimpaku sehingga aku tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Mungkinkah aku sudah menjadi bisu?

Diiringi sejuta tanya dan beribu kegelisahan, aku bergegas untuk mengambil air wudhu untuk kemudian mendirikan shalat Subuh. Sesaat setelah selesai shalat Subuh, aku merenungkan apa yang kini menimpaku. Aku pun bertanya, dosa apa yang telah kuperbuat hingga aku mendadak menjadi bisu?

Aku merenung dan terus merenung, hingga aku teringat kejadian tadi malam. Mungkinkah ini peringatan Allah atas apa yang telah kulakukan terhadap ibuku? Mungkinkah ibuku terluka karena bentakanku?

Tanpa berpikir panjang, aku pun menghampiri ibuku diiringi isak tangis dan cucuran air mata. "Apa yang terjadi?" Tanya ibuku, dengan penuh heran melihat air mataku yang bercucuran begitu deras, akupun berusaha mengungkapkan apa yang telah menimpaku dengan lisanku.

Maka kuungkapkan semuanya dalam tulisan di atas selembar kertas seraya memohon ampun atas kekhilafanku pada ibu tadi malam.

Dengan penuh haru, ibuku memaafkanku sambil mengusap rambutku. Alangkah terkejutnya aku, keajaiban terjadi kembali. Dengan kekuasaan Allah, aku kembali dapat berbicara seperti sediakala tanpa ada kekurangan suatu apapun.

Aku kini tersadar, ternyata melukai hati orang tua merupakan dosa yang begitu besar dan sangat dimurkai Allah, sehingga Allah memperingatkannya sejak kita hidup di dunia.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact