http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Memberi Contoh Yang Tidak Baik

Wednesday, 14 February 2018
Advertisement
Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Pengalaman ini aku alami setahun yang lalu tepatnya bulan September tahun 2004. Dalam keluarga, aku adalah anak yang paling besar karena kakak ikut suami dan tinggal di luar kota.

Ilustrasi Berbohong ( Foto @Source )

Sebagai anak terbesar, orang tua mengharuskanku untuk memberikan contoh buat adik-adik. Dalam keluarga besar kami, orang tua menyuruh kami untuk selalu menjalankan sunah Rasul yaitu puasa di hari Senin dan Kamis.

Tapi orang tua tidak mengharuskannya karena itu sunnah kalau dikerjakan akan dapat pahala dan bila tidak dikerjakan tidak mendapat dosa.

Sekitar pukul 03.30 WIB, aku dan adik-adik dibangunkan ibu untuk sahur. Kami pun bangun dan kemudian makan sahur. Sesudah itu, kami shalat subuh bersama-sama ke mushala. Setelah matahari terbit pukul 07.30 WIB, seperti bisa aku berangkat kerja (aku kerja di pertokoan).

Saat jam makan siang, aku tidak makan karena aku lagi puasa. Setelah kira-kira pukul 2 siang, aku pulang kerja. Kebetulan hari itu adalah hari bebas. Di tengah jalan aku bertemu temanku. Dia mengajak aku makan bakso karena kebetulan dia sedang ulang tahun.

Tadinya aku nenolak, aku tidak mau tapi dia memaksa terus. Akhirnya imanku goyah. Aku terbujuk rayuan setan. Kamipun makan bakso dengan lezatnya.

Setelah sorenya, kami berkumpul dengan keluarga seperti biasa untuk menunggu adzan Maghrib. Tapi, tiba-tiba, ibu menyanyakan, "Apa kalian masih pada puasa?" Tanpa menunggu lama, adik-adikku langsung menjawab "masih", Aku sendiri diam, karena aku bingung harus menjawab apa. Akhirnya, Aku bohong dengan menjawab, "Masih dong Bu!"

Ketika suara adzan berkumandang, kami sekeluarga pergi ke mushala. Setelah itu kami buka puasa bersama. Dalam suapan pertama lancar-lancar saja. Tapi setelah suapan yang kedua, tiba-tiba aku tidak tahan lagi.

Perut ini terasa melilit sekali dan terasa mual-mual kaya mau muntah. Karena tidak tahan akhirnya aku muntah juga. Tapi, Astagfirullah al-adzim, ternyata yang keluar dari mulutku berupa mie dan bakso yang kumakan tadi siang.

Saat itulah, semua terbongkar. Semua tahu kalau aku habis makan bakso. Bapak dan Ibu sangat marah, aku pun langsung sujud. Dan meminta maaf sama Bapak/Ibu. Aku menangis dan menyesali semua perbuatan yang telah aku lakukan.

Tapi akhirnya bapak dan ibuku memaafkan. Aku sangat malu sama adik-adikku. Karena telah memberikan contoh yang sangat buruk serta berbohong kepada orang tua.

Aku berharap pengalaman ini bisa bermanfaat khususnya untuk para kakak, Aku juga sangat bersyukur sekali karena sampai kini masih diberi kesehatan jasmani dan rohani oleh Allah SWT. Amin