Breaking

Monday, 12 February 2018

Kenali Masa Transisi Menuju Menopause

Kenali Masa Transisi Menuju Menopause

Kesehatan, Hanyatauaja.com - Perimenopause adalah masa transisi, diawali ketika produksi estrogen di indung telur mulai berkurang sampai sekitar satu tahun setelah terjadi mati haid (menopause). Sekitar 1-2 tahun terakhir sebelum menopause, akan terjadi percepatan penurunan estrogen. Sayangnya, muncul pula gejala yang mengganggu.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Berawalnya masa transisi ini berbeda antara satu dan lain orang. Kebanyakan di usia 40-an, tetapi ada juga yang mengalaminya di usia 30-an tahun.

Lamanya perimenopause juga bisa hanya beberapa bulan hingga 10 tahun, tetapi menurut data WebMD rata-rata 4 tahun.

JIKA TIDAK TERATUR

Di masa perimenopause, dikatakan ahli kebidanan dan kandungan dari FKUI-RSCM, Dr. Andom Hestiantoro, Sp.OG, menstruasi bisa menjadi tidak teratur. Dibandingkan biasanya, haid bisa lebih lama, lebih singkat, lebih banyak, atau lebih sedikit. Siklus bisa lebih cepat dari 28 hari atau jauh lebih lama.

Berbagai gejala seperti hot flashes dan banyak berkeringat bisa muncul. Bila gejala dirasa sangat mengganggu, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

Gejala perimenopause yang mungkin terjadi :

* Menstruasi tidak teratur

Perimenopause awal ditandai oleh perubahan siklus menstruasi yang bisa lebih lama dari tujuh hari. Sementara ciri perimenopause akhir bisa berupa menstruasi kadang tidak datang dan jarak di antara bisa 60 hari atau lebih.

* Hot flashes

Sebagian besar perempuan mengalami hot flashes di masa perimenopause akhir. Meski demikian, durasi, frekuensi, dan intensitasnya berlainan.

* Berkeringat dan gangguan tidur

Keringat keluar berlebihan, terutama di malam hari, ditambah hot flashes, membuat perempuan sulit tidur.

* Kepadatan tulang menurun

Merosotnya kadar estrogen menyebabkan massa tulang pun lebih cepat menurun dan bertambah besarlah risiko terkena keropos tulang (osteoporosis).

* Masalah vagina

Ketika kadar estrogen menurun, jaringan vagina akan kehilangan pelumas dan elastisitasnya. Aktivitas seksual jadi terasa nyeri. Infeksi vagina atau saluran kencing juga bisa lebih mengancam. Inkonfinensi urin (ngompol) juga bisa terjadi, misalnya ketika tertawa atau batuk-batuk.

* Perubahan fungsi seksual

Gairah atau hasrat seksual bisa berubah. Namun, banyak perempuan yang sebelumnya memiliki kehidupan seksual yang memuaskan, akan tetap berlanjut di masa perimenopause.

* Kesuburan menurun

Kemampuan untuk hamil menurun, tetapi tetap ada kemungkinan hamil selama menstruasi masih datang. Jika ingin mencegah kehamilan, gunakan alat kontrasepsi sampai hadi benar-benar berhenti selama 12 bulan.

* Perubahan mood

Beberapa perempuan menjadi sensitif, gampang tersinggung, cemas. mood berubah-ubah, risiko depresi pun meningkat. Gangguan tidur juga bisa memicu perubahan mood ini.

* Perubahan kulit

Kulit jadi lebih kering, tipis dan kurang elastis.

* Gangguan kolesterol 

Menurunnya estrogen akan membawa dampak pada naiknya kolesterol jahat LDL dan turunnya kolesterol baik HD sehingga risiko terkena penyakit jantung pun meningkat.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact