Agen Poker Terpercaya

http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Ini Dia Si Jenius Penemu Teori Relativitas

Sunday, 11 February 2018
Penemu, Hanyatauaja.com - Siapa yang tidak kenal dengan Albert Einstein? Tidak banyak perdebatan ketika sosok super jenius ini diakui sebagai ilmuwan paling hebat abad ke-20, bahkan mungkin di sepanjang zaman. Salah satu pengakuan disematkan oleh majalah Time yang pada 1999 mendaulat Einstein sebagai "Ilmuwan abad ini" di atas dedikasi dan sumbangsihnya terhadap ilmu pengetahuan.

Albert Einstein ( Foto @Source )

Einstein melegenda berkat teori relativitas yang dianggap sebagai teori terbesar yang pernah ditemukan. Meskipun ini hanya sebagian kecil dari sumbangsih Einstein bagi ilmu pengetahuan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa teori ini memang belum ada yang bisa menandingi.

Teori yang rumit ini sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Sejatinya, teori relativitas terdiri dari 2 teori yang saling berkaitan, yaitu "teori khusus relativitas" yang dirumuskan Einstein pada 1905 dan "teori umum relativitas" yang dicetuskannya pada 10 tahun kemudian.

E=mc² merupakan jelmaan dari teori relativitas yang diandalkan Einstein untuk menguak misteri alam semesta.

Dulu, pada masa-masa sebelum Einstein melontarkan teorinya, orang meyakini bahwa di balik kesan subjektif terdapat ruang dan waktu yang mutlak dan bisa diukur dengan peralatan secara objektif. Secara revolusioner, teori Einstein mementahkan keyakinan itu dengan menolak mentah-mentah adanya waktu yang mutlak atau absolut. Ia dengan radikal namun brilian mampu mengobrak-abrik keyakinan keyakinan umum tentang ruang dan waktu.

Albert Einstein dilahirkan pada 14 Maret 1879 di Ulm, Wurtemberg, Jerman. Tidak ada yang pernah mengira jika tokoh yang kelak tidak bisa dilepaskan dari citra super cerdas ini ternyata mengidap autisme pada masa kanak-kanaknya. Ya, Einstein kecil adalah seorang anak autis yang berbeda dengan teman-teman sebayannya.

Perbedaan inilah yang menyebabkan Einstein kurang bergaul dan cenderung menutup diri. Perkembangan fisik maupun mentalnya terhitung lamban. Bahkan, semasa menempuh pendidikan dasar, Einstein dikenal sebagai anak yang paling bodoh dan malas di sekolahnya.

Di balik tampilannya yang terkesan pandir, Einstein ternyata menyimpan kecerdasan yang luar biasa. Ia selalu ingin tahu tentang segala hal. Ketika ayahnya membelikan Einstein sebuah kompas, misalnya, ia sangat penasaran dan selalu bertanya-tanya mengapa jarum kompas selalu menunjuk ke arah Utara dan Selatan.

Sejak itulah Einstein mulai menyukai Sains, khususnya Fisika, kendati sifatnya yang tertutup membuat Einstein tidak memperoleh pengetahuan yang seharusnya ia dapatkan. Kejeniusannya mulai kelihatan ketika masuk sekolah menengah. Di sekolah, Einstein hanya menyukai mata pelajaran sians, terutama Fisika dan Matematika.

Setelah memperoleh title diploma pada 1896, Einstein berniat melanjutkan studi ke universitas. Sempat tidak lulus ujian masuk di tahun pertamanya, akhirnya Einstein diterima sebagai mahasiswa Eidgenossische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss) di Zurich.

Selama masa kuliah, sifat "aneh" Einstein ternyata berlanjut, ia terkesan tidak memperhatikan dengan saksama apa yang diajarkan di kelas. Seringkali Einstein terlihat khusyuk belajar sendiri, mendalami teori-teori Fisika.

Situasi yang seperti ini membuat Einstein terancam tidak lulus kuliah. Namun, berkat bantuan seorang teman yang bersedia meminjami catatannya, Einstein akhirnya berhasil meraih gelar sarjana.

Einstein mulai melakukan riset tentang teori relativitas sejak tahun 1895, atau sebelum ia menjadi mahasiswa. Selama 10 tahun ia menyuntuki penelitiannya itu sampai akhirnya berhasil merumuskan "teori relativitas khusus" pada 1905.

Waktu itu, Einstein sedang menjalani masa studi di Universitas Zurich. Kajian tentang teori relativitas khusus menjadi tema tesis Einstein dan itulah yang mengantarkannya meraih gelar doktor. Pada 1912, ia mengajar di sebuah perguruan tinggi di Praha (Sekarang ibu kota Republik Ceko). Setahun kemudian, Kaisar Wilhlem memercayai Einstein untuk memimpin Institut Fisika di Berlin, Jerman.

Einstein kembali menggegerkan semesta ilmu pengetahuan pada 1915 berkat penemuan "teori relativitas umum" sebagai penyempurnaan teori sebelumnya. Pada 1916, Einstein menerbitkan kitab legendarisnya yang bertajuk Relativity: The Spesial and General Theory. Buku monumental ini menjelaskan panjang lebar mengenai teori relativitasnya yang pada awalnya dianggap nyeleneh dan tidak umum.

Kendati demikian, Einstein berhasil mempertahankan argumennya dan pada 1921 ia diganjar hadiah nobel di bidang fisika. Setelah itu, nama Einstein semakin melangit seiringi berbagai penemuan yang semakin banyak dicetuskannya.

Pada 18 April 1955, Albert Einstein wafat di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Sampai kapan pun, namanya akan tetap abadi sebagai ilmuwan paling jenius sepanjang sejarah manusia.