Breaking

Saturday, 10 February 2018

Ini Dia Si Jenius Penemu Jumlah Hari Dalam Setahun

Ini Dia Si Jenius Penemu Jumlah Hari Dalam Setahun

Penemu, Hanyatauaja.com - Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan Al-Battani adalah salah seorang ilmuwan muslim yang paling berjasa dalam sejarah peradaban manusia. Bagaimana tidak? Pakar astronomi asal Irak dengan brilian sukses merumuskan penghitungan jumlah hari dalam 1 tahun. 

Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan Al-Battani ( Foto @Source )

Meskipun sebagian besar masyarakat Islam di dunia pada waktu itu masih menganut penanggalan Hijriah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, namun Al-Battani memiliki visi yang jauh ke depan. ia berhasil menemukan jumlah hari dalam setahun dalam kalender tahun Masehi.

Hasil pemikiran Al-Battani yang didasarkan pada rumusan penghitungan waktu yang digunakan bumi untuk mengelilingi matahari, ia memperoleh keyakinan bahwa 1 tahun terdiri atas 365 hari, 5 jam, dan 24 detik.

Penghitungan Al-Battani yang sangat rinci ini kemudian memperoleh pengakuan dunia dan dianut oleh mayoritas penduduk bumi hingga sekarang, bahkan sangat mungkin untuk selamanya. Nama Al-Battani pun menjulang di tengah hiruk-pikuk semesta keilmuwan. 

Oleh kalangan ilmuan dari Barat, si jenius dari Timur Tengah ini lebih dikenal dengan nama Albategnius.

Dilahirkan tidak jauh dari Kota Battan, Harran, Irak, Al-Battani diakui sebagai salah seorang pakar astronomi dan Matematika paling bersinar di Abad pertengahan yang sering disebut sebagai Abad Gelap. Di kala Eropa mati suri lantaran terkungkung dalam dogma gereja yang disalahgunakan dan kemudian justru sangat membatasi kebebasan berpikir, Al-Battani menunjukkan kelasnya di ranah pemikiran yang pada era sebelumnya dikuasai oleh para pemikir dari benua biru Eropa.

Al-Battani memperoleh pengetahuan tentang astronomi, sains, dan Matematika dari ayahandanya yang bernama Jabin ibn Sinan. berbekal pembelajaran sedari dini itulah Al-Battani kemudian memperdalam ilmu-ilmu tersebut secara lebih serius dengan bersekolah di Kota Rakka yang terletak di tepi Sungai Efrat yang melegenda itu.

Kira-kira pada penghujung abad ke-9, Al-Battani merasa sudah cukup menuntut ilmu di lembaga pendidikan formal dan memutuskan untuk mengaplikasikan semua yang telah dipelajarinya dalam kehidupan nyata. Maka kemudian, Al-Battani hijrah ke Kota Samarra untuk menjajal pengetahuan dan kemampuannya di kerasnya dunia keilmuwan.

Penemu Jenius Al-Battani yang dengan detail mampu merumuskan penghitungan hari dalam sewarsa ini bukan hal yang gampang dilakukan oleh ilmuwan mana pun. Al-Battani harus ekstra cermat sebelum mengumumkan hasil penghitungannya itu karena kaan berdampak besar terhadap kehidupan manusia, termasuk untuk menentukan musim.

Jika hasil rumusan Al-Battani ini nyata tidak tepat, kekacauan dalam perputaran roda kehidupan sangat mungkin bisa terjadi.

Al-Battani tampaknya cukup jeli dalam menafsirkan proses perputaran bumi mengelilingi matahari dalam perhitungan periode tertentu sehingga ia bisa menghitung rincian waktunya dengan sangat jitu. Posisi matahari terhadap bumi memang sangat menentukan karakter musim yang di masing-masing kawasan di belahan dunia teradpat perbedaan.

Misalnya di Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa, hanya terdapat 2 musim saja dalam setahun, yaitu musim hujan dan musim kemarau yang terjadi bergiliran setiap 6 bulan. Apabila perhitungan tentang waktu yang dilakukan oleh Al-Battani ternyata salah, maka perkiraan musim yang akan terjadi juga akan keliru.

Sebagai ilmuwan dari negeri Timur, Al-Battani tidak mau kalah dengan para pemikir dari benu seberang. Ia bahkan berani mengkritisi teori Ptomely. Selain itu, Al-Battani juga merevisi perhitungan orbit bulan dan planet-planet yang beredar di tata surya.

Ia dengan gemilang mampu membuktikan bahwa garis edar benda-benda langit itu berbentuk elips. Al-Battani juga menegaskan bahwa perubahan posisi matahari adalah faktor utama yang memengaruhi pergantian musim kendati sekarang ini perubahan musim cenderung tidak terduga, bahkan cenderung ekstrem, sebagai dampak pemanasan global akibat aktivitas manusia yang mengabaikan keseimbangan alam.

Selain berhasil merumuskan penghitungan hari dalam setahun dan sederet pemikiran brilian tentang tata surya dan alam semesta, Al-Battani juga terkenal sebagai pakar Matematika yang patut diperhitungkan pada masa itu.

Di bidang Matematika, Al-Battani berhasil menemukan beberapa rumus tentang trigonometri, termasuk teori tentang sinus, kosinus, tangen, dan kontangen yang masih di gunakan dalam dunia Matematika dewasa ini.

Dengan demikian, sejatinya sangat banyak hasil pikir dan temuan Al-Battani yang menjadi berpengaruh dalam berbagai disiplin ilmu, terutama di ranah astronomi, sains, dan matematika. Sang jenius dari Timur Al-Battani menghembuskan napas terakhir di Samarra pada 929 M.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact