Breaking

Tuesday, 13 February 2018

Ini Dia Si Jenius Penemu Baterai

Ini Dia Si Jenius Penemu Baterai

Penemu, Hanyatauaja.com - Sebelum listrik ditemukan, baterai menjadi salah satu sumber energi utama yang paling penting dalam kehidupan manusia. Kini, setelah listrik sangat memasyarakat, keberadaan baterai tidak serta merta ditinggalkan dan masih sangat berguna untuk mendukung berbagai macam perangkat yang dibutuhkan manusia, seperti jam dinding dan jam tangan, remote control, telepon genggam, mainan anak-anak, sampai komputer jinjing alias laptop.

Siapa Sih Penemu Baterai? Ini Dia Orangnya Alessandro Volta ( Foto @Source )

Baterai, dengan bentuknya yang bermacam-macam, dinilai masih diperlukan karena sangat praktis dan berdaya guna. Bahkan, baterai di zaman sekarang tidak lagi sekali pakai langsung buang, melainkan bisa digunakan lagi dengan mengisi kembali daya energinya sehingga baterai menjadi barang yang cukup ekonomis.

Si kecil ajaib baterai pertama kali ditemukan oleh seorang Italiano jenius bernama Alessandro Volta. Sosok penting dalam sejarah penemuan di dunia ini dilahirkan pada 18 Februari 1745 dari keluarga bangsawan di Como, Lombardia, Italia.

Kendati berasal dari kalangan ningrat, namun keluarga Volta tampaknya cukup religius. Terbukti, 9 saudara kandung Alessandro Volta mengabdikan diri di gereja sebagai pelayan Tuhan. Hanya Alessandro Volta sendiri yang tidak mengikuti jejak semua saudaranya itu.

Volta sesungguhnya bukan anak kebanggaan keluarga. Bahkan, oleh orang tua dan saudara-saudaranya ia dinilai sebagai anak yang pendir dan terbelakang. Pertumbuhan Volta semasa kecil cukup lambat. Ia, misalnya, baru bisa berbicara pada usia 4 tahun. Keterbelakangannya ini membuat Volta sering diremehkan oleh orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya.

Namun, siapa sangka, Volta yang dulu dikenal sebagai bocah bodoh yang tidak punya kelebihan apa pun, menjelma menjadi sosok cerdas yang namanya tergurat dalam catatan emas riwayat perkembangan teknologi di dunia. Selain menciptakan baterai, Volta juga tercatat sebagai penemu pistol listrik, lampu udara, dan beberapa penemuan ilmiah lainnya.

Pada 1759, atau saat usianya menginjak 14 tahun, Volta menetapkan pilihan bahwa ia akan menyerahkan seluruh hidupnya di ranah sains. Ia ingin menjadi seorang fisikawan yang konsisten di jalur keilmuwan.

Meskipun pada awalnya cita-citanya itu mendapat cemohan sekaligus cibiran dari banyak orang mengingat latar belakang masa kecilnya yang tidak menggembirakan, namun tekad Volta sudah membaja. Sejak saat itu, Volta memperdalam ilmu Fisika dengan giat dan bersemangat.

ia pun kerap melakukan eksperimen untuk menguji apa yang telah dipelajarinya, dan tidak lupa sering mencurahkan perhatian pada aktivitas yang dilakukan oleh kawan-kawan sejawatnya sesama pegiat sains guna menambah pengetahuannya.

Alessandro Volta Si Penemu Baterai ( Foto @Source )

Awal ketertarikan Volta terhadap penelitian sumber daya energi dimulai dari eksperimen yang dilakukan oleh seorang rekannya, bernama Luigi Galvani. Pada 1786, Volta menyaksikan Galvani yang sedang melakukan percobaan ilmiahnya dengan mediator seekor katak.

Dalam eksperimennya, Galvani mengikatkan kait tembaha di kaki katak itu dan kemudian menyentuhkannya ke sebatang besi. Ketika menempel pada besi, kaki katak itu berdenyut dengan sendirinya. Mengacu pada hasil percobaan itu, Galvani meyakini bahwa daging katak dapat menghasilkan listrik dengan perantaraan besi sebagai penghantar arusnya.

Bermula dari pengamatannya terhadap uji coba yang dilakukan oleh Galvani inilah Volta memulai serangkaian risetnya. Selama bertahun-tahun ia tenggelam dalam proses kreatifnya untuk memastikan kebenaran atas hasil eksperimen kawannya itu.

Setelah 8 tahun berjalan, atau pada 1794, Volta akhirnya berhasil memperoleh sedikit hasil dari penelitiannya selama ini. Ia menyimpulkan, atau lebih tepatnya mengoreksi pendapat Galvani, bahwa bukanlah dari daging katak listrik itu berasal, melainkan justru dari besi atau logam yang oleh Galvani hanya diposisikan sebagai media penghantar listrik.

Sanggahan dari Volta terhadap penemuan Galvani itu ternyata berbuntut panjang. Para pendukung Galvani menyatakan tidak terima atas kritikan Volta. Sementara itu, Volta pun punya barisan pendukung yang tidak kalah fanatik. Akibatnya, seringkali muncul perdebatan di antara kedua kubu ini yang bersikeras mempertahankan pendapatnya masing-masing.

Selama 6 bulan, pertentangan antara aliran Volta dan Galvani masih terus berlangsung tanpa pernah ada jalan terang. Namun, pada akhirnya Volta yang muncul sebagai pemenang. Memasuki abad ke-19, atau tepat pada 1800, para pendukung Galvani tersikap karena Volta mematahkan keyakinan mereka dengan cukup telak.

Volta membuktikan bahwa daging katak bukanlah penghasil listrik seperti yang selama ini diyakini Galvani dan para pendukungnya. Dengan gemilang Volta berhasil menciptakan baterai yang menggunakan logam sebagai bahan utama untuk menghasilkan, bahkan menyimpan, energi listrik yang sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Penemuan baterai ini menjadi salah satu penemuan paling penting dalam sejarah. Alessandro Volta pun wafat dengan tenang di kampung halamannya di Como tanggal 5 Maret 1827.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact