Agen Poker Terpercaya

http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Akibat, Sikap Masa Bodoh Dan Tidak Ikhlas Kala Di Suruh

Monday, 5 February 2018
Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Dulu saya punya pengalaman yang tak pernah saya lupakan. Walaupun pengalaman ini agak lama, tidak ada salahnya kalau saya ceritakan kepada para sahabat dimana pun saja berada. 

Ilustrasi ( Foto @Source )

Pada waktu itu saya disuruh emak ke warung untuk beli sesuatu buat ayah (sekarang ayah sudah tiada, almarhum). Memang, kalau orang tua menyuruh, pasti saya suka kesal, malas. Tidak ada imbalannya, jadi malas jalan.

Jarak dari rumah ke warung agak jauh. Dalam perjalanan itu, saya melihat benda tajam (pecahan gelas). Namun, saya kurang memperdulikan dengan benda tersebut. Masa bodoh untuk memungutnya, atau membuangnya ke tempat yang aman.

Tidak terpikirkan dalam benakku bahwa sehari-hari saya lewat jalan itu, begitu juga orang lain. Saya terus saja berjalan. Sekembalinya dari warung, saya jalan santai sambil menghitung uang kembalian. Kira-kira jarak 30 meter, tiba-tiba di belakang saya ada suara anjing. 

"Gaaaiiikk......", saya kaget, lalu menegok ke belakang. Seekor anjing berlari terbirit-birit menuju ke arah saya. Saya pun tidak tinggal diam, langsung bereaksi dan berlari menyelamatkan diri. Sambil berlari, sesekali menengok ke belakang karena takut digigit.

Tanpa disadari dan tanpa melihat ke depan, ternyata ada benda tajam. Bresss!!! Aduhh....! Kaki ini menginjak benda tajam yang saya lihat tadi.

Saya jatuh tersungkur. Walaupun sakit sekali, saya paksakan cepat-cepat bangun, karena khawatir dengan anjing. Di tengah rasa penasaran, saya menengok ke belakang. "Brengsek....!" anjing itu bukan mengejar saya. Tetapi belok ke kebun pisang. Dari kejauhan, saya melihat orang membawa sepotong bambu mengejar anjing itu sambil memaki-makinya.

Ternyata, anjing itu bukan mengejar saya, tetapi justru dikejar orang. Saya langsung terduduk lemas, kaki kanan sobek, darah bercucuran. Tidak lama kemudian, orang-orang datang menolong saya. Kebetulan ada tetangga saya lewat, saya meminta tolong untuk memberitahukan pada kedua orang tua bahwa saya dibawa ke rumah sakit. Saya jalan tertatih-tatih dibopong oleh mereka, dinaikkan ke becak menuju ke rumah sakit.

Setelah sampai kembali di rumah, saya merenungkan semua yang terjadi. Saya sadar bahwa perbuatan saya berakibat fatal pada diri sendiri. Coba benda tajam itu saya pungut lalu dibuang ke tempat yang aman, ada kemungkinan saya selamat dari musibah ini.

Dengan kejadian itu, saya benar-benar berdosa pada orang tua, kenapa kalau disuruh tidak ikhlas. Saya menyesal. Bisa juga ini peringatan buat saya, atau teguran dari Allah SWT. agar saya sadar, saya cepat-cepat minta maaf kepadanya.

Orang tua memberi nasihat, berbuat baik dan ikhlas bagi orang yang beriman bukan hanya dilihat dari segi materinya saja. Contohnya, kita memungut benda tajam di jalan atau di mana saja. Sekiranya bisa menimbulkan orang lain celaka, apa salahnya kamu memungutnya atau membuangnya. Ini juga perbuatan baik dan mulia. Orang yang berbuat baik dalam bentuk apapun, Allah SWT akan memberikan pahala, asal melakukannya dengan hati ikhlas. Amin.

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran atau cermin untuk semua yang membacanya khususnya pelajaran untuk saya sendiri.

Kisah ini dikirim oleh Sobs hanyatauaja.com dari Purwakarta, Buat sobs yang punya kisah-kisah menarik yang ingin di bagikan silahkan kirimkan kisah Anda melalui email kami hanyatauaja@yahoo.com dengan subject "KISAH SAHABAT", kita akan segera mempublish kisah Anda disini.