Breaking

Thursday, 15 February 2018

Akibat Menyerempet Tangan ABG Di Jalan

Akibat Menyerempet Tangan ABG Di Jalan

Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Empat tahun yang lalu, ada sebuah peristiwa yang tidak bisa saya lupakan ketika sedang berangkat ke kantor. Kebetulan sekali, kantor dengan rumah saya tidak berjauhan. Ada kira-kira kurang lebih 3 km. Walhasil, tiap hari, saya pergi dengan mengendarai sepeda motor.

Anak ABG SMA ( Foto @Source )

Pagi itu sekitar pukul 07.30 WIB, ketika saya dalam perjalanan menuju kantor, tiba-tiba di tengah jalan ada 3 atau 4 anak ABG yang sedang bercanda tanpa menghiraukan kalau dari belakang ada motor saya yang lewat.

Akhirnya, salah satu dari mereka, ada yang tangannya terserempet motor saya. Mereka marah-marah dan mengucapkan kata-kata yang kurang enak didengar.

Karena merasa kesal sekali dengan mereka, saya pun tak mengindahkan perkataan mereka. Dalam perasaan kesal, saya pun bicara, 'Emang gue pikirin! Salah kalian sendiri yang nggak mau minggir!"

Tak lama kemudian, kurang lebih 1/2 km dari kejadian tersebut, motor saya bersimpangan dengan motor tukang ojek. Tak terelakkan, saya pun terserempet motor tukang ojek tersebut.

Saya terjatuh dan langsung dikerumuni orang. Anehnya, motor dan tubuh saya tidak lecet sedikitpun. Akan tetapi, ketika hendak berdiri, kaki saya terasa sangat sakit, hingga ditolong orang pun, saya tetap tidak bisa berdiri. Saya pun menangis menahan sakit.

Tak tahunya, telapak kaki kanan saya sudah retak. Lalu, tukang ojek tersebut membawa saya ke tukang urut di kampung itu. Saya menurut saja, lantaran saya kurang tahu persis keadaan kaki saya.

Setelah diurut, kaki saya bukannya sembuh, malah membengkak dan bertambah sakit. Saya pun memerisakannya ke dokter. Hasilnya, kaki saya yang retak harus di-gips. Karena belum sembuh, saya pergi ke pengobatan alternatif Cimande.

Ada beberapa hari saya tidak masuk kerja gara-gara kaki ini. Bahkan, ketika saya memutuskan masuk kerja, kaki saya belum juga sembuh total. Saya harus berjalan pelan-pelan dan hati-hati.

Dari kejadian itu, saya merenung dan introspeksi diri. Apakah dosa yang pernah saya perbuat? Pikiran saya selalu dihantui pertanyaan seperti itu. Akhirnya, saya tersadar dan ingat bahwa sebelumnya saya pernah menyerempet anak ABG yang sedang jalan.

Mungkin ini akibat dari kata-kata mereka yang kurang enak hingga mereka mendoakan kejelekan buat saya. Setelah kejadian itu sampai sekarang, saya lebih hati-hati dan sabar dalam mengendarai motor. Sebab, kalau kita mencelakai orang, cepat atau lambat kita akan ikut celaka juga.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact