http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Akibat Menolong Dengan Hati Yang Setengah Tidak Ikhlas

Friday, 2 February 2018
Advertisement
Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Kejadian ini terjadi di bulan Januari 2016 yang lalu. Saat itu, seperti biasanya aku menemani temanku yang menjadi supir angkot 03, jurusan Terminal Baranang Siang - Bubulak. 

Ilustrasi ( Foto @Source )

Di tengah bisingnya kendaraan yang berseliweran dan membuat macet, tiba-tiba, kami di datangi seorang bapak tua dengan wajah kusam, lusuh dan tak terurus seperti seorang pengemis.

Dia menghampiriku dan menghiba penuh harap agar diperbolehkan ikut naik angkot namun ia tidak bisa membayar. Dengan wajah tak bersahabat, temanku terpaksa menerima permohonannya seraya mengumpat.

Saat kendaraan kami berhenti di persimpangan lampu merah, tiba-tiba, bapak tua itu meminta turun. Ia mengucapkan terima kasihnya, namun temanku tidak menaggapi sedikitpun. Setelah orang tua itu turun, satu penumpang lagi ikut turun dan membayari ongkos si bapak tua tersebut. Dengan turunnya dua penumpang tadi, berarti hanya tinggal aku dengan temanku.

Lalu kami tancap gas hingga harus terjebak macet di lampur merah. Tiba-tiba, tanpa kusadari, aku begitu terkejut, begitu juga dengan temanku. Karena bapak tua yang sudah turun tadi itu, tiba-tiba sudah ada di depan kendaraan kami. 

Ia terlihat dengan jelas sekali. Dia tersenyum penuh arti. Aku dan temanku terhentak, diam tanpa bicara apapun. Aku benar-benar tak percaya, aneh dan mengherankan. Tak percaya! Tapi begitulah kenyataan yang kuhadapi. Bukan sekedar halusinasi, bukan sekedar bayang-bayang.

Sejak kejadian yang kami alami itu, ternyata hampir satu harian penuh, kami tidak mendapatkan hasil apa-apa. Jangankan untuk pribadi, untuk membayar setoran mobil pun terpaksa harus menunggak.

Namun di balik semua itu, aku dapat memetik hikmahnya. Yakni agar aku lebih memahami lagi tentang hidup yang harus saling tolong menolong tanpa didasari oleh perasaan apapun, apalagi dengan mengharapkan pamrih. Keikhlasan yang harus kita lakukan yaitu keikhlasan berdasarkan hati nurani yang tulus.

Kisah diatas merupakan kisah yang dikirimkan oleh Sobs hanyatauaja.com bernama Ade Nurhikman dari Bogor. Buat sobs yang mau mengirimkan kisahnya disini silahkan kirimkan melalui email kami hanyatauaja@yahoo.com dengan subject "KISAH SAHABAT" kita akan segera memposting / mempublishnya di sini secepatnya.