Breaking

Tuesday, 2 January 2018

Terbanting Usai Membanting?

Terbanting Usai Membanting?

Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Peristiwa ini terjadi ketika istriku sedang hamil 4 bulan. Kebetulan, saat itu, aku sedang senangnya memelihara ayam kampung. Kisah ini pun bermula ketika aku sedang asyiknya memberi makan ayam peliharaanku yang jumlahnya puluhan. Selagi aku memberi makan ayam bibit, kulihat 2 ekor ayam muda sedang seru bertarung.

Aku mencoba memisahkannya, tapi ayam itu kembali bertemu dan bertarung.

Sampai 3 kali aku memisahkannya, ayam itu terus bertarung, hingga ayam yang lain ikut ribut dan menimbulkan suara gaduh. Kesabaranku pun hilang, maka kutangkap kedua ayam tadi dan kujadikan satu dengan kakinya terhimpitan.

Ilustrasi ( Foto @Soure )

Kuangkat tinggi-tinggi, kemudian dengan penuh emosi kubanting ayam tersebut ke tanah sampai menimbulkan suara buk dan terkeok-keok.

Selang beberapa menit dari kejadian itu, aku mendengar suara gedebuk orang seraya minta tolong. Rupanya, itu suara istriku dari kamar mandi.

Aku pun segera lari dan membuka pintu kamar mandi. Kulihat istriku yang sedang hamil 4 bulan tengah kesakitan terjatuh dalam posisi miring sambil menangis dan menahan sakit dan tak bisa bangun.

Aku pun kaget dan panik. Kucoba membangunkan dirinya dan membilas tubuhnya dengan handuk. Lalu, kupapah dia ke kamar tidur, dan kuberi air putih dan segera kubaringkan dengan kaki lurus.

Sambil mencoba menenangkan, aku coba menanyakan mengapa sampai jatuh. Jawabannya sungguh membuat aku tersentak. Katanya, "Sebenarnya, aku sudah hati-hati. Lantai kamar mandi juga tidak licin. Tapi sewaktu aku mengambil sabun, kakiku tergelincir dan sepertinya aku dibanting ke lantai."

Subhanallah. aku langsung ingat. Bersamaan dengan jatuhnya istriku, aku telah membanting 2 ekor ayam karena bertarung. Menyadari semua itu, aku segera meminta maaf pada istriku dan kujelaskan padanya. Mungkin dia jatuh dan merasa dibanting karena kecerobohanku telah menyakiti dan membanting 2 ekor ayam di luar.

Dengan rasa menyesal, berdosa, bersalah dan was-was, ku bawa istriku ke bidan. Alhamdulillah, betapa aku bersyukur kepada Allah karena istriku dan janin yang di kandungnya tidak apa-apa. Hanya kakinya saja yang terkilir dan cukup diurut.

Semoga kisah ini bisa menjadi iktibar untuk semua yang membacanya, jangan sampai menzhalimi atau menyakiti sesama makhluk Allah karena balasan-Nya terkadang bukan hanya ditanggung kita sendiri, tetapi juga di tanggung orang-orang yang kita cintai.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact