http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Siapakah Penemu Sepatu Sepakbola?, Ini Dia Orangnya!

Monday, 29 January 2018
Advertisement
Penemu, Hanyatauaja.com - Nama Adidas sebagai salah satu produsen peralatan olahraga terbesar di dunia tentunya sudah begitu dikenal luas. Akan tetapi, siapa yang menduga jika sebenarnya Adidas adalah singkatan dari nama Adi Dassler, sosok legenda dalam sejarah sepatu sepakbola di dunia.

Adi Dassler ( Foto @Source )

Penggagas sepatu sepakbola ini memiliki nama asli Adolf Dassler, seorang Jerman kelahiran 3 November 1900. Oleh keluarga dan orang-orang di lingkungan dekatnya, Adolf lebih sering disapa dengan panggilan Adi. Jadilah ia lebih dikenal sebagai Adi Dassler.

Adi Dassler mengenal seni membuat sepatu dari ayahnya, Cristopher Dassler, yang memang bekerja di sebuah pabrik sepatu. Sang ayah mengajari Adi Dassler dan adik kandungnya, Rudolf Dassler, tentang bagaimana teknik membuat sepatu. Rupanya dua Dassler bersaudara ini berminat untuk mewarisi keahlian sang ayah, dan keduanya memang cukup berbakat. Hasil karya sepatu kakak beradik ini juga tidak mengecewakan.

Saat menginjak usia 20 tahun, Adi Dassler melakukan percobaan sederhana di rumahnya. Ia bereksperimen membuat sepatu khusus untuk dipakai pemain sepakbola di lapangan hijau. Menurutnya, demi menunjang performa saat bertanding, seharusnya atlet sepakbola memakai sepatu yang berbeda dari sepatu biasa.

Adi Dassler berpikir keras, kira-kira inovasi apa yang harus dilakukannya agar bisa menciptakan sepatu khusus yang dapat mendukung penampilan, baik fisik maupun teknik, seorang pesepakbola?

Setelah melakukan uji coba dengan dibantu sang adik, Rudolf, Adi Dassler berhasil menciptakan sepatu khusus sepakbola. Terobosan yang dilakukan Adi Dassler pada 1920 itu sebenarnya cukup sederhana. Ia menambahkan gerigi pada telapak sepatu bola ciptaannya itu, berbeda dengan sepatu kebanyakan yang pada umumnya bertelapak halus.

Adi Dassler yakin, dengan adanya gerigi yang berujung agak lancip di telapak sepatu, kaki si pemakai akan lebih kuat menapak di permukaan tanah sehingga memudahkan ketika dipakai berlari, menggiring dan menendang bola, serta tidak gampang terpeleset jika lapangan licin karena hujan.

Penemuan teknologi sepatu khusus sepakbola itu ternyata mengundang decak kagum. Awalnya, Dassler bersaudara membuka usaha kecil-kecilan untuk memperkenalkan sepatu revolusioner itu. Lama-kelamaan, banyak orang yang tertarik dan memesan sepatu sepakbola buatan Dassler. Melihat prospek yang cukup cerah, akhirnya Adi dan Rudolf bersepakat untuk membuka usaha pembuatan sepatu yang lebih besar dengan nama Dassler Brother Shoe Factory.

Bisnis Dassler bersaudara berkembang pesat. Selain gagasan revolusioner yang sangat berguna bagi pesepakbola, mutu sepatu produksi Dassler Brother Shoe Factory juga terjamin. Hingga akhirnya, Dassler bersaudara memperoleh kepercayaan untuk memproduksi sepatu sepakbola dan sepatu khusus olahraga lainnya guna dipakai oleh para atlet yang berkiprah dalam pesta olahraga terbesar sejagat Olimpiade.

Adi Dassler kembali membuat inovasi untuk sepatu buatannya pada 1925, di mana ia membuat sepatu yang berciri alur khusus di telapaknya. Pada Olimpiade 1928 yang diselenggarakan di Amsterdam, Belanda, sepatu gaya baru rancangan Adi Dassler itu diperkenalkan secara resmi.

Setelah itu, Dassler bersaudara menggapai masa jaya ketika negerinya menjadi tuan rumah Olimpiade 1936 yang dilangsungkan di Berlin, Jerman. Dalam pesta olahraga itu, salah satu atlet yang memakai sepatu Dassler, yaitu Jesse Owen dari Amerika Serikat, berhasil meraih medali emas. Bendera Dassler bersaudara pun berkibar semakin tinggi.

Adolf Dassler / Adi Dassler Dan Sang Adik Rudolf Dassler ( Foto @Source )

Kerjasama kakak beradik ini terus berlanjut sampai beberapa warsa kemudian. Hingga pada 1948, Adi dan Rudolf berselisih paham. Akibatnya cukup fatal, Dassler bersaudara memutuskan untuk berpisah, Dassler Brother Shoe Factory pun bubar. 

Sepeninggal Rudolf, Adi segera bangkit. Ia mendirikan perusahaan baru dengan label yang baru pula, yakni Adidas yang merupakan singkatan dari namanya. Rudolf Dassler pun tak tinggal diam. Ia juga membangun usaha sendiri dengan label Puma.

Di bawah bendera Adidas, karier Adi Dassler sebagai produsen sepatu olahraga kian meroket. Banyak negara yang mempercayakan keperluan perlengkapan olahraga mereka untuk Olimpiade, dan beberapa kompetisi akbar lainnya, kepada Adidas, termasuk Jerman. Puncaknya, pada perhelatan Piala Dunia 1954 yang berlangsung di Swiss, tim nasional Jerman yang memakai sepatu produk Adidas keluar sebagai jawara sepakbola sejagat raya.

Kesuksesan yang diraih Adidas sebenarnya juga diikuti oleh Puma kendati capaian gemilang yang dicapai Rudolf belum sedigdaya sang kakak. Hingga kini, baik Adidas maupun Puma masih eksis sebagai produsen peralatan olahraga raksasa di dunia. Kedua brand ini bahkan saling bersaing meskipun sebenarnya berasal dari akar yang sama, yaitu Dassler.

Setelah Adi Dassler meninggal dunia pada 5 September 1978, usaha Adidas dilanjutkan oleh istri dan anak-anaknya hingga terus berkembang dan semakin besar seperti yang terlihat sekarang ini.