http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

Cincin Yang Membawa Sial

Monday, 22 January 2018
Advertisement
Kisah Sahabat, Hanyatauaja.com - Peristiwa ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu sewaktu aku masih kuliah. Aku mempunyai kebiasaan suka jalan-jalan sendirian, entah itu di mall, toko buku sampai pasar buku bekas.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Aku juga sering membeli barang-barang yang kusuka tanpa pertimbangan siapapun. Yang penting barang itu sesuai dengan hatiku.

Pada waktu itu, sepulang kuliah, aku iseng-iseng jalan di sebuah plaza ternama di kotaku. Aku melihat-lihat aksesoris dari perak seperti gelang, cincin dan kalung. Karena tidak enak dengan pramuniaga yang melayani aku beli cincin perak yang tidak terlalu kubutuhkan dan tidak terlalu kuperhatikan modelnya.

Setelah itu, cincin itu langsung aku masukkan ke dalam tas. Keesokan paginya, sewaktu berangkat ke kampus, aku buka bungkusan kecil dari dalam tasku yang kubeli kemarin. Setelah diamati ternyata ada simbol lambang yang tak aku kenal yang nampak kecil sekali di mata cincinku. Tapi aku tidak ambil pusing. Aku langsung pakai cincin itu di jari manis kiriku dan pergi kuliah. pasti tidak akan terjadi apa-apa, pikirku. Toh, aku cuma iseng.

Sepulang kuliah, dengan motorku, aku pergi mencari majalah bekas di pusat buku dan majalah bekas. Di tengah asyiknya memikirkan majalah apa yang hendak kubeli, tiba-tiba di depanku muncul mobil yang ngerem mendadak.

Akupun kaget dan langsung ngerem, tapi terlambat. Motorku menabrak bagian belakang mobil dan tangan kiriku langsung memukul dengan keras di besi mobil itu. Kulihat tanganku sempat bergetar tapi tidak mengeluarkan darah.

Mobil itu pun langsung tancap gas. Sementara aku ditolongin orang sekitar yang melihatku terjatuh. tapi, Subhanallah, kebetulan aku jatuh di depan tempat rumah sakit swasta.

Oleh orang-orang yang menolongku, aku langsung di bawa ke rumah sakit tersebut. Aku langsung diperiksa dan dirontgent. Hasil rontgent itu memperlihatkan tulang jari manis tempat ku memakai cincin berlambang yang tak aku kenal itu retak menjadi serpihan!

Komentar dokter yang memeriksaku, jari manisku itu seperti tebu yang dikeprek. dan itu harus dioperasi. Sampai sekarang, sesudah operasi itu berjalan, jari manisku itu masih berbekas jahitan dan tidak bisa melengkung dengan sempurna. Demikian kisahku, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Aku sendiri bersyukur karena Allah masih menegurku untuk tidak sembrono.