Breaking

Wednesday, 31 January 2018

Bahaya Junk Food Pada Anak

Bahaya Junk Food Pada Anak

Kesehatan, Hanyatauaja.com - Terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food tak hanya mengganggu kesehatan. Makanan sampah ini juga membuat buah hati Anda rentan terkena berbagai macam penyakit.

Bahaya Junk Food Untuk Anak ( Foto @Source )

Mengonsumsi junk food tampaknya sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama di kota-kota besar. Bahkan tak jarang para orang tua malah mengenalkan makanan ini kepada anak-anaknya sejak dini. Namun hati-hati, ternyata makanan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan anak, seperti diabetes.

Menurut ahli gizi dr Saptawati, junk food dapat dikonotasikan sebagai makanan yang berkualitas gizinya rendah atau makanan sampah. "Makanan ini biasanya dikemas sebagai menu cepat saji yang menawarkan rasa lezat sehingga membuat ketagihan si pembeli," ucapnya

PADAT KALORI

Ditambahkannya, junk food biasanya mengandung padat kalori, lemak, dan bumbu-bumbu dengan kadar garam tinggi sehingga menimbulkan sensasi rasa yang sangat lezat di lidah. "Ini jelas tidak sehat karena lemak, kalori dan zat-zat lain yang di kandungnya melebihi batas yang ditentukan. Padahal, komposisi makanan sehat itu kan harus seimbang," paparnya

DR Sapta menjelaskan bahwa dihitung dari nilai gizi, junk food tidaklah seimbang. Sebungkus kentang goreng porsi normal misalnya dapat mengandung 500 kalori, hamburger sekitar 500 kalori, belum lagi bila ditambah minuman soda. Total kalori satu hidangan bisa melebihi total 2000 kalori.

"Rata-rata kebutuhan kalori untuk pria dewasa saja rata-rata hanya 1.900 kalori, sedangkan anak-anak sekitar 1500-1900. Berarti, makan sekali sajian, belum termasuk minumnya, sudah melewati lebih dari separuh kebutuhan kalori untuk anak-anak," tuturnya

KOLESTEROL TINGGI

Junk Food juga dapat mengandung kolesterol dan gula yang tinggi. Sementara kandungan nutrisi penting seperti protein, viramin dan mineral justru terabaikan. Yang dikhawatirkan, junk food kemungkinan mengandung zat berbahaya lain seperti bahan pengawet dan zat aditif yang membuat anak ketagihan.

Begitu juga menurut dr Endang SpGK, hal yang patut diwaspadai dari mengonsumsi junk food atau makanan siap saji adalah kandungan kalorinya yang tinggi. "Pada prinsipnya makanan instan makanan yang sudah melalui proses berulang. Proses ini menyebabkan kandungan gula sederhana pada makanan instan mudah terserap tubuh," ujarnya

Junk Food juga termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi yang menyebabkan rasa candu. "Rasa ini didapat dari perasaan nikmat akibat gula darah yang lekas naik. Kemudian ada efek craving (Perasaan ingin selalu ngemil), begitu gula darah turun cepat," tuturnya

RISIKO DIABETES

Selain itu, Junk Food juga kurang mengandung serat. Padahal, katanya, pada kondisi normal, serat sangat dibutuhkan untuk menjaga siklus buang air besar (BAB) secara teratur dan mengimbangi intake kalori yang terlalu banyak.

Dijelaskan Endang, bila dibiarkan dengan pola makan yang tinggi kalori dan kurang serat terus menerus, anak akan menjadi gemuk. "Makanan dengan indeks glikemik tinggi yang memicu produksi insulin terus menerus. Lama-lama akan meningkatkan risiko diabetes pada anak." imbuhnya.

Jika mengkonsumsi junk food terus menerus, bukan hanya mengakibatkan gemuk pada anak tapi juga dapat memicu penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau jenis penyakit berat lainnya.

Hanyatauaja.com I Membaca Agar Lebih Tau
http://lapak.hanyatauaja.com/
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact