http://www.tipsgratisbola.com/campaign/

4 Kisah Pengorbanan Pemain Naturalisasi Untuk Indonesia

Friday, 12 January 2018
Advertisement
WOW, Hanyatauaja.com - Memang berbicara tentang kualitas para pemain naturalisasi, sudah tidak bisa diragukan lagi kehebatan mereka. Terlebih lagi kebanyakan dari mereka sudah merasakan asam manisnya merumput di lapangan hijau Eropa, sudah tentu mereka kaya akan pengalaman.

Spaso Naturalisasi ( Foto @Source )

Jadi bukan hal yang aneh jika seandainya banyak para pemain Naturalisasi yang kemudian menjadi ujung tombak Indonesia.

Namun siapa yang menyangka jika dibalik itu semua banyak yang harus mereka korbankan demi untuk menjadi warga negara Indonesia. Mulai dari waktu, tenaga bahkan sampai uang pun juga harus mereka relakan. 

Alhasil banyak orang menganggap jika mereka itu rasa nasionalisnya justru lebih tinggi dari pada orang Indonesia sendiri terkadang. Lalu pengorbanan terpuji seperti apakah yang sudah mereka lakukan? Simak berikut ini ulasannya selengkapnya.

RELA KOTOR DAN MENGEPEL LAPANGAN UNTUK MELANJUTKAN PERTANDINGAN

Dalam laga Indonesia menghadapi Mongolia pada beberapa waktu yang lalu, ada sebuah kejadian yang tidak disangka-sangka. Yah karena hujan yang begitu lebat, membuat keadaan lapangan menjadi tidak karuan. Meski begitu, pertandingan harus tetap dilaksanakan. Akan tetapi sayangnya, lapangan menjadi becek dan bahkan bisa dikatakan menjadi tidak bisa dipergunakan. Akan tetapi para pemain tidak menyerah dengan kondisi itu.

Dari semua yang paling menarik yaitu sang ujung tombak Timnas Indonesia Spaso, dimana pemain naturalisasi itu rela berbecek-becek dalam pertandingan. Mungkin kalian berpikir jika itu merupakan hal yang wajar, "Ya, wajarlah kan memang sudah merupakan tugasnya". Namun yang salut adalah Spaso sempat mengepel garis sekitar gawang supaya terlihat. Ia mengepel dengan tangannya sendiri, padahal jika ia meminta bantuan offical pun bisa saja. Salut dengan pemain satu ini.

RELA BERISAH DENGAN ANAK DAN ISTRI UNTUK MEMBELA TIMNAS

Tepatnya pada tahun 2012 lalu, Netizen Indonesia sempat dibuah heboh atas kabar beberapa pemain naturalisasi dari Belanda yang membela Timnas Indonesia. Sudah tentu mereka jauh-jauh dari negara asalnya meninggalkan istri dan anak hanya untuk membela Timnas Garuda.

Maitimo ( Foto @Source )

Bahkan Johny Van Beukering, Ronnie Cussel dan juga Raphael Guilermo Maitimo tiga pemain ini siap untuk mendapat gaji dari klub di Belanda yang mereka bela. Ya meskipun akhirnya mereka kariernya agak meredup, namun terlihat kecintaan mereka dalam membela Timnas Indonesia benar-benar 100%.

MENOLAK BERMAIN DI LUAR NEGERI DEMI INDONESIA

Salah satu pemain naturalisasi dari Belanda Raphael Maitimo rupanya dulu pernah menolak banyak pinangan dari tim-tim luar Indonesia seperti Thailand. Bukan lantaran bayarannya atau apa, melainkan ia lebih mengedepankan bermain untuk Timnas Indonesia.

Maitimo ( Foto @Source )

Sepertinya Merah Putih memang sudah merasuk dalam hati mereka, sehingga tanpa berpikir panjang mereka lebih memprioritaskan Indonesia ketimbang tim yang siap memberi mereka gaji besar. Tidak hanya Maitimo saja rupanya Spaso pun juga pernah melakukan hal ya sama. Pemain berdarah Montenegro itu lebih senang tetap bermain di Indonesia ketimbang tim lain.

RELA GAJI DITAHAN UNTUK MENGHARMKAN NAMA BANGSA

Kehebatan Stefano Lilipaly memang sudah tidak diragukan dilapangan hijau. Mungkin itu juga yang membuat ia menjadi pemain naturalisasi yang sangat diperhitungkan. Akan tetapi siapa yang menyangka jika pemain yang bergabung di Indonesia pada tahun 2013-an ini pernah melakukan pengorbanan yang sangat besar untuk Indonesia.

Stefano Lillipaly ( Foto @Source )

Tidak hanya berganti kewarganegaraan, akan tetapi ia juga rela gajinya ditunda oleh tim yang ia bela. Bahkan ada desas-desus yang mengucapkan, tidak lagi penundaan gaji, justru potong gaji yang kerap dihadapi Lilipaly dulu. Namun demi Indonesia baginya uang bukanlah sebuah masalah.

Itu dia beberapa pemain naturalisasi yang melakukan sikap-sikap terpuji dan juga merupakan sikap pengorbanan yang luar biasa untuk timnas. Padahal jika dipikir mereka tidak lahir di Indonesia, akan tetapi semangatnya dalam membela Timnas Indonesia begitu besar. Tentu kita yang orang asli Indonesia harus bangga dan sekaligus iri terhadap mereka.